19 Mei 2018

Teman Media Sosial

Prinsipnya begini teman, tak ada teman sosial mediamu yang mau berkelahi untukmu. Setiap orang di media sosial (walaupun namanya media sosial) tampil untuk dirinya sendiri-sendiri sehingga membuka sesuatu yang pribadi hanya akan membuat dirimu ditertawakan.

Penelitian menunjukkan bahwa teman di media sosial bukanlah teman sebenarnya. Jika punya banyak follower di Twitter atau Facebook, jumlah yang benar-benar teman mungkin hanya beberapa orang saja, selebihnya mungkin menunggu dirimu terpeleset dan kemudian tertawa senang.
Ada beberapa faktor mengapa "teman" di media sosial bukanlah teman sebenarnya. Pertama pada dasarnya media sosial ada media untuk menunjukkan pribadi masing-masing. Kedua perbedaan jarak dan waktu. Ketiga setiap orang punya masalah sendiri-sendiri. Keempat kepercayaan.
Oleh karena itu, sangat tidak disarankan membuka hal pribadi ke teman di media sosial. Jika ada masalah pribadi apalagi masalah hukum sangat dianjurkan untuk diurus secara pribadi dan tidak dibuka di media sosial, bahkan melalui perpesanan seperti WhatsApp sebab akan jadi fitnah.
Sangat disarankan juga jika sedang bermasalah, stress, mengalami hari-hari yang buruk dalam percintaan, dan masalah keluarga untuk menjauhi media sosial sementara waktu. Carilah pertolongan ke psikiater atau ke teman dan keluarga di offline.
Jangan cari pertolongan di media sosial karena salah alamat. Jika masalah hukum, carilah lawyer tanpa harus membuka masalahnya di media sosial. Jika dikhianati dalam percintaan, konsultasikan dengan keluarga, teman dekat offline. Jika ingin selfie? Silahkan di media sosial.
Baca penelitian ini: Being popular on Facebook doesn’t mean you have more friends, study finds
https://t.co/0QMmC0ekxl
Ini contohnya :
Comot dari socio geek : @insideerick
https://twitter.com/InsideErick/status/997611369854783488?s=19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teman Media Sosial