Langsung ke konten utama

Baksos ATRO Bali Ke Panti Asuhan Alas Kasih Jembrana

 
Hari Waisak (25 mei 2013) ini seharunya menjadi hari libur bagi pelajar dan mahasiswa, apalagi jatuh di hari sabtu, waktunya weekend bagi kebanyakan orang, namun hal berbeda terlihat di kampus ATRO Bali jalan tukad Batanghari VII no 21 Renon Denpasar ini. 

Pagi hari saat matahari belum penuh meyinari bumi, sebagian mahasiswa tampak sibuk dengan berbagai aktivitas, ada yang angkat-angkat barang, mencatat perlengkapan, menyiapkan canang, dan lainnya. Ya, mereka semua adalah Panitia dan BEM ATRO Bali yang akan berangkat Bakti Sosial ke Panti Asuhan Alas Kasih Negara di kabupaten Jembrana Bali. Sebagai staf yang ditunjuk untuk mendampingi mereka, saya pun larut dalam kesibukan tersebut.

Begitu juga bapak Direktur ATRO Bali, bapak dokter Bagus Gde Dharmawan Sp.Rad, juga tampak di antara kesibukan mahasiswa tersebut, bahkan beliau datang lebih dulu dari saya. Kami kemudian larut dalam obrolan tentang acara (laporan sih tepatnya). 

Selang beberapa saat seksi acara membuka acara dengan sembahyang bersama. Kami berkumpul di depan Pura kampus, memanjatkan doa untuk keselamatan acara ini. Lanjut dengan briefing ringan sarat pesan oleh bapak direktur. Rupanya beliau sudah mengetahui panti asuhan ini dari dulu, saat bliau menjadi Pegawai Tak Tetap (PTT) di RSU Negara beberapa puluh tahun yang lalu (lupa, tahun berapa tepatnya yang beliau bilang), inti pesan bapak direktur adalah agar selalu jaga keselamatan bersama, jaga sikap dan tingkah laku di tempat acara, dan ingat sembahyang di Pura Rambut Siwi. 

Pukul 08.30 kami bertolak menuju Negara. Perjalanan 3,5 jam Denpasar - Negara dilalui dengan suguhan video CD karaoke dangdut koplo di dalam bis. Kondektur berkilah ketika ditanya apa ada kaset lain, "kalian gak rikues sebelumnya sih, jadi stok saya cuma ini aja." Sembari menydorkan tas wadah CD penuh dengan tembang lawas, lagu kenangan dan dangdut koplo. Dan celakanya diantara kami pun tidak ada yang membekali diri dengan CD lagu gaul atau film terbaru, Fast and furious 6 misalnya.

   
Gambar perjalanan dalam bus


Pukul 11.45 kami tiba di Panti Asuhan Alas Kasih jalan Ngurah Rai Negara, lokasinya disebelah selatan kota Negara. Jika mencarinya di jalan Ngurah Rai memang perlu sedikit konsentrasi karena papan nama panti ini dipasang tegak lurus jalan, dihalangi oleh tembok bangunan disebelahnya, kami pun sempat khawatir bakal lewat karena sekian lama menyusuri jalan Ngurah Rai, papan nama panti ini tak kami temukan.

   

Dari jalan utama, letak panti ini agak masuk ke dalam sekitar 100 meter. Akses jalan masuk seukuran mobil, kira-kira 2 meter, jadi bus pasti sulit untuk masuk, demikianlah keputusan supir, memilih untuk parkir di pinggir jalan utama. Ini menjadi perjuangan tersendiri bagi kami, mengingat barang-barang yang dibawa lumayan banyak, berat dan beberapa diantaranya adalah barang elektronik. Sebagian barang yang dapat kami bawa, kami angkat menuju panti, dan sebagian lagi kami minta tolong anak panti untuk dibawakan ke dalam, syukur mereka sigap membantu. 

Segera saja seluruh barang yang kami bawa sudah di teras ruang pertemuan panti asuhan tersebut. Panti ini lumayan luas dan memiliki banyak kamar. Menurut pengelola yang kami temui saat itu, bapak Dalbiadi S.Th, luas seluruh panti adalah 18 Are, dan bangunan yang kami singgahi saat ini adalah bangunan baru dari sebelumnya berada di pinggir jalan.

   

Anak-anak panti terlihat telah menunggu kedatangan kami, ruang pertemuan pun telah dirias dan disiapkan dengan baik, lengkap dengan alat musiknya. Segera setelah seksi perlengkapan menyelesaikan tugasnya memasang sound, MC memulai pembukaan acara bakti sosial. 


 

Berbagai acara telah disiapkan seksi acara, mulai dari sambutan, seremoni penyerahan bantuan, seminar hand hygine (kebersihan tangan), makan siang bersama, penampilan kesenian anak panti, hingga berbagai lomba anak-anak. Seluruhnya berjalan lancar. Anak-anak panti terlihat sangat menikmati, mereka berbagi tawa dengan seluruh mahasiswa dalam ruang pertemuan itu. Tak terasa 3 jam kami disana, tibalah dipenghujung acara, kami pamit disertai doa penutup, semoga semua bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat sepenuhnya untuk seluruh warga panti. 

 

Pukul 15.00 kami beranjak dari panti asuhan. Hujan mendadak turun deras, mau tak mau kami menerobos derasnya hujan, sebagaian meminjam payung, sebagian menutupi kepala dengan jas alamamater, tak kurang akal bagian sound system menutupi alat-alat elektronik tersebut dengan spanduk. Cuaca ini sepertinya tak ingin kami meninggalkan riuh canda tawa anak-anak panti cepat-cepat. Maaf ya adik-adik panti, kakak-kakak ini harus kembali ke rumah, sebagian lagi harus ujian hari senin besok. Sampai jumpa lain hari. Good bye Negara, see you Alas Kasih Orphanage. 

Hari sudah gelap saat kami tiba kembali di kampus tercinta ATRO Bali. Waktu di arloji menunjukan pukul 19.00, waw 4 jam perjalanan dari Negara. Semua tampak lelah, tapi raut kebahagiaan tampak terpancar dari senyum lelah mereka. Satu hal mereka telah pelajari hari ini. Berbagi dengan sesama adalah perbuatan yang mulia, Tuhan selalu memberkati umatnya, apalagi mahasiswa berhati mulai. 

 Terima kasih seluruh panitia, BEM, direksi ATRO Bali, Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali, Pengelola dan seluruh warga panti asuhan Alas Kasih Negara. 

 

Seluruh gambar diambil dari Blog ini

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artifact On an X-Ray

The following question was answered by an expert in the appropriate field:
Q
What does an artifact on an x ray mean? The first x ray (without sedation) showed a mass on the lymph nodes. The next x ray showed everything was fine. The doctor said the first one was an artifact.

A
In basic terms, an "artifact" on a diagnostic x-ray image is an area of the image that may look different from expected, although it is not necessarily something dealing with what is being imaged. An artifact may appear as light or dark spots, lines, fogging, specks, etc. They can be caused by motion, dirt on film, poor chemistry in a film processor, poor contact between the film and the cassette that holds the film, and so on. Types of artifacts may vary with the modality, for example, plain x-ray film, CT, or ultrasound, but the physician who interprets the image tries to make sure that false positive and false negative results are avoided. Ideally, the physician wants an image that contains no artifact…

Luka Tembak Di Kepala

Kejadian ini saat saya jaga malam di RS Sanglah tanggal 29 Juni 2010, sekitar pukul 22.00 datang seorang remaja dengan klinis luka tembak senapan angin di kepala, kata koas yang mengantar sebuah peluru tembus melalui kepala bagian belakang dan meninggalkan lubang di occipital.

Pasien dalam keadaan sadar baik, kepalanya dibalut perban. Segera saya lakukan ct scan kepala irisan axial sejajar OML. Mode yang saya pilih adalah Spiral dengan ketebalan irisan 5 mm, pitch 3 mm, maksudnya agar bisa di olah dengan baik oleh software nantinya.




Memang dalam irisan ct scan tampak gambaran beberapa proyektil peluru antra lain berada di petrosum dan beberapa bagian otaknya. Melalui pengukuran jarak saya dapatkan jarak antara lubang masuk peluru di occipital hingga proyektil terdalam di petrosum sejauh 12.4 cm, cukup jauh menurut saya kalau ini adalah hasil dari senapan angin. Saya dulu pernah terkena pentalan peluru di jari tangan tapi untungnya tidak menimbulkan luka, lecet pun tidak, cuma bengkak da…

Ulasan singkat Life's a Beach

Pukul 15.30 saya sampai ditempat acara yaitu pantai kuta di sebelah barat The Wave Bar. Begitu saya parkir motor, panitia sedang mengumumkan acara "Clean Up beach" yaitu menyusuri pantai sambil membawa kantong memunguti sampah non organik yang bertebaran disepanjang pantai, segera saja saya bergabung dalam gerombolan. Tampak Jerinx (SID) dan Bobby (SID) ikut dalam barisan sibuk memunguti sampah-sampah non organik yang memang dikenal tidak ramah lingkungan.

Disepanjang Pantai sore itu banyak terdapat kegiatan antara lain yang dapat saya ambil gambarnya adalah Demo Jual Beli Organ Tubuh di Cina oleh perkumpulan Falun Dafa. Tampak juga Demo Faun Dafa dengan sarana audio musik Cina yang tidak saya mengerti temanya.

Sampah yang dipungut oleh peserta kemudian dikumpulkan, lumayan banyak juga mendapat sampah non organik disepanjang pantai Kuta ini.

Acara selanjutnya diisi oleh Lonely King Low Rider yaitu parade naik sepeda keliling Kuta, acara ini diikuti juga oleh komunitas "Bi…