Custom Search

KUNJUNGI JUGA :

Blog Radiografer Indonesia

01 June 2013

Panti Asuhan Alas Kasih Negara Jembrana

Panti Asuhan ini terletak di kota Negara, tepatnya di jalan Ngurah Rai, orang asli Negara pasti tau jalan ini. Hanya ada dua jalan utama di kota ini yang membelah kota dari ujung timur hingga ujung selatan, dan jalan Ngurah Rai adalah jalan utama yang letaknya di selatan, jika dari arah Denpasar, saat tiba di pertigaan masuk kota, beloklah ke kiri. Sebelum sampai ke Panti Asuhan ini kita akan lewati dua Rumah Sakit (atau klinik..lupa).

Jika pertama kali mencari panti asuhan ini perlu keteletian khusus, sebab papan namanya agak masuk kedalam dan dihalangi oleh tembok bangunan sekitarnya. Demikian juga yang kami rasakan ketika berkunjung kesini. Penunjuk jalan kami yang sudah survey lokasi hari sebelumnya sempat ragu apakah kami sudah melewatinya atau belum, dimaklumi sih, karena mereka saat datang ke panti ini dari arah yang berbeda dengan saat kami sekarang, mereka mengambil jalan dari arah barat kota.

Dari jalan utama letak panti ini agak masuk ke dalam sekitar 50 hingga 75 meter. Jalan masuk masih berupa tanah dengan gabungan pecahan beton dan paving blok, dengan lebar seukuran mobil. Jadi jika kalian kesini dengan bus, sepertinya kalian bakal berjalan kaki kedalam.

Begitu kalian tiba di ujung jalan ini, papan nama panti terpampang jelas "Panti Asuhan Alas Kasih Negara". Begitu masuk ada prasasti batu putih di sudut tembok, berisi tulisan dari donatur eropa. Terdapat beberapa blok kamar. Blok selatan dan blok utara, yang setelah ngobrol dengan pengelolanya, saya baru tahu jika blok selatan adalah kamar khusus perempuan dan blok utara milik laki-laki.

Satu baris dengan kamar laki-laki, di ujung timurnya terdapat ruang pertemuan, cukup besar, rapi, lengkap dengan seperangakat alat band, sound system dan beberapa baris kursi. Rupanya anak panti disini juga mungkin pengelola aktif latihan musik. Buktinya, saat kami berkunjung, suguhan pembuka adalah band gabungan pengelola dan anak panti, kreatif.

Menempel dengan ruang pertemuan ada dapur dan ruang makan. Disini mereka makan bersama, sekalian cuci alat-alat makan. Saat membawa barang-barang bakti sosial, tempat ini kami letakan seluruh barang bawaan. Di tempat ini juga saya ngobrol banyak dengan salah satu pengelola, beliau adalah pemimpin panti ini, bapak Dalbiadi S.Th, yang sudah 28 tahun memimpin panti, ya, sudah lama betul.

Awalnya panti ini bergerak di yayasan Kristen, namun kini telah menjadi panti asuhan umum yang menerima anak-anak yatim dari seluruh suku, dari berbagai agama dan kepercayaan. "Tak ada diskriminasi di panti ini, semua anak memikul hak dan kewajiban yang sama", ujar bapak pengelola.

Dulunya panti terletak di pinggir jalan, namun kian lama seiring pertambahan anak asuh, panti ini membangun tempat baru yang terletak agak kedalam dari jalan utama. Tempat yang baru ini, memiliki kamar lebih luas, halaman yang lapang dan menunjang seluruh aktivitas panti sehari-hari. "Total luas panti ini sekitar 28 are", jelas bapak Dalbiadi yang tahun ini genap berusia 63 tahun.

Satu kamar tidur berisi beberapa tempat tidur tingkat. Satu tempat tidur tingkat diisi oleh empat anak. Tempat tidurnya terlihat kokoh dan kuat, kayu yang dipakai buat kelihatanya bukan kayu sembarangan, kalo ga kamper pasti jati. Seprai dan selimut terlihat rapi, terlipat, sepertinya mereka memang dibiasakan untuk hidup rapi dan bertanggung jawab dengan tempat tidur sendiri.

bersambung.. 

Baca selengkapnya......

27 May 2013

Baksos ATRO Bali Ke Panti Asuhan Alas Kasih Jembrana

 
Hari Waisak (25 mei 2013) ini seharunya menjadi hari libur bagi pelajar dan mahasiswa, apalagi jatuh di hari sabtu, waktunya weekend bagi kebanyakan orang, namun hal berbeda terlihat di kampus ATRO Bali jalan tukad Batanghari VII no 21 Renon Denpasar ini. 

Pagi hari saat matahari belum penuh meyinari bumi, sebagian mahasiswa tampak sibuk dengan berbagai aktivitas, ada yang angkat-angkat barang, mencatat perlengkapan, menyiapkan canang, dan lainnya. Ya, mereka semua adalah Panitia dan BEM ATRO Bali yang akan berangkat Bakti Sosial ke Panti Asuhan Alas Kasih Negara di kabupaten Jembrana Bali. Sebagai staf yang ditunjuk untuk mendampingi mereka, saya pun larut dalam kesibukan tersebut.

Begitu juga bapak Direktur ATRO Bali, bapak dokter Bagus Gde Dharmawan Sp.Rad, juga tampak di antara kesibukan mahasiswa tersebut, bahkan beliau datang lebih dulu dari saya. Kami kemudian larut dalam obrolan tentang acara (laporan sih tepatnya). 

Selang beberapa saat seksi acara membuka acara dengan sembahyang bersama. Kami berkumpul di depan Pura kampus, memanjatkan doa untuk keselamatan acara ini. Lanjut dengan briefing ringan sarat pesan oleh bapak direktur. Rupanya beliau sudah mengetahui panti asuhan ini dari dulu, saat bliau menjadi Pegawai Tak Tetap (PTT) di RSU Negara beberapa puluh tahun yang lalu (lupa, tahun berapa tepatnya yang beliau bilang), inti pesan bapak direktur adalah agar selalu jaga keselamatan bersama, jaga sikap dan tingkah laku di tempat acara, dan ingat sembahyang di Pura Rambut Siwi. 

Pukul 08.30 kami bertolak menuju Negara. Perjalanan 3,5 jam Denpasar - Negara dilalui dengan suguhan video CD karaoke dangdut koplo di dalam bis. Kondektur berkilah ketika ditanya apa ada kaset lain, "kalian gak rikues sebelumnya sih, jadi stok saya cuma ini aja." Sembari menydorkan tas wadah CD penuh dengan tembang lawas, lagu kenangan dan dangdut koplo. Dan celakanya diantara kami pun tidak ada yang membekali diri dengan CD lagu gaul atau film terbaru, Fast and furious 6 misalnya.

   
Gambar perjalanan dalam bus


Pukul 11.45 kami tiba di Panti Asuhan Alas Kasih jalan Ngurah Rai Negara, lokasinya disebelah selatan kota Negara. Jika mencarinya di jalan Ngurah Rai memang perlu sedikit konsentrasi karena papan nama panti ini dipasang tegak lurus jalan, dihalangi oleh tembok bangunan disebelahnya, kami pun sempat khawatir bakal lewat karena sekian lama menyusuri jalan Ngurah Rai, papan nama panti ini tak kami temukan.

   

Dari jalan utama, letak panti ini agak masuk ke dalam sekitar 100 meter. Akses jalan masuk seukuran mobil, kira-kira 2 meter, jadi bus pasti sulit untuk masuk, demikianlah keputusan supir, memilih untuk parkir di pinggir jalan utama. Ini menjadi perjuangan tersendiri bagi kami, mengingat barang-barang yang dibawa lumayan banyak, berat dan beberapa diantaranya adalah barang elektronik. Sebagian barang yang dapat kami bawa, kami angkat menuju panti, dan sebagian lagi kami minta tolong anak panti untuk dibawakan ke dalam, syukur mereka sigap membantu. 

Segera saja seluruh barang yang kami bawa sudah di teras ruang pertemuan panti asuhan tersebut. Panti ini lumayan luas dan memiliki banyak kamar. Menurut pengelola yang kami temui saat itu, bapak Dalbiadi S.Th, luas seluruh panti adalah 18 Are, dan bangunan yang kami singgahi saat ini adalah bangunan baru dari sebelumnya berada di pinggir jalan.

   

Anak-anak panti terlihat telah menunggu kedatangan kami, ruang pertemuan pun telah dirias dan disiapkan dengan baik, lengkap dengan alat musiknya. Segera setelah seksi perlengkapan menyelesaikan tugasnya memasang sound, MC memulai pembukaan acara bakti sosial. 


 

Berbagai acara telah disiapkan seksi acara, mulai dari sambutan, seremoni penyerahan bantuan, seminar hand hygine (kebersihan tangan), makan siang bersama, penampilan kesenian anak panti, hingga berbagai lomba anak-anak. Seluruhnya berjalan lancar. Anak-anak panti terlihat sangat menikmati, mereka berbagi tawa dengan seluruh mahasiswa dalam ruang pertemuan itu. Tak terasa 3 jam kami disana, tibalah dipenghujung acara, kami pamit disertai doa penutup, semoga semua bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat sepenuhnya untuk seluruh warga panti. 

 

Pukul 15.00 kami beranjak dari panti asuhan. Hujan mendadak turun deras, mau tak mau kami menerobos derasnya hujan, sebagaian meminjam payung, sebagian menutupi kepala dengan jas alamamater, tak kurang akal bagian sound system menutupi alat-alat elektronik tersebut dengan spanduk. Cuaca ini sepertinya tak ingin kami meninggalkan riuh canda tawa anak-anak panti cepat-cepat. Maaf ya adik-adik panti, kakak-kakak ini harus kembali ke rumah, sebagian lagi harus ujian hari senin besok. Sampai jumpa lain hari. Good bye Negara, see you Alas Kasih Orphanage. 

Hari sudah gelap saat kami tiba kembali di kampus tercinta ATRO Bali. Waktu di arloji menunjukan pukul 19.00, waw 4 jam perjalanan dari Negara. Semua tampak lelah, tapi raut kebahagiaan tampak terpancar dari senyum lelah mereka. Satu hal mereka telah pelajari hari ini. Berbagi dengan sesama adalah perbuatan yang mulia, Tuhan selalu memberkati umatnya, apalagi mahasiswa berhati mulai. 

 Terima kasih seluruh panitia, BEM, direksi ATRO Bali, Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali, Pengelola dan seluruh warga panti asuhan Alas Kasih Negara. 

 

Seluruh gambar diambil dari Blog ini

 

Baca selengkapnya......