Custom Search

KUNJUNGI JUGA :

Blog Radiografer Indonesia

29 January 2012

Ikhwal Kejadian Lampung

LAPORAN PARISADA KOTA DAN PROVINSI LAMPUNG

Om Swastyastu.
Kejadian Lampung sebenarnya diawali dengan masalahnya sepele, pemuda bali mabuk-mabukan di parkiran pasar, kemudian ditertipkan oleh tukang parkir, pemuda bali marah tukang parkir dipukul, tukang parkir diam dan meminta perlindukan ke Polsek. Kemudian tukang parkir pulang dan kembali ke pasar mencari preman kampung ( dikatakan preman karena pemuda bali pakai giwang, rambut dicat merah), tidak ketemu dan kebetulan ada 2 anak sekolah (orang bali) sedang makan bakso kemudian kedua anak bali yang tidak tahu menahu ini dipukul. Anak bali melapor ke desa Bali Nuraga, kemudian pemuda bali nuraga mendatangi Desa Kota dalam dan merusak delapan rumah. kemudain masalah ini berhasil didamaikan. Mungkin perdamaian ini tidak mengenai inti permasalahan.

Kebtulan hari minggu Siwalatri dan umat berkumpul di pura dalem dan pura puseh, hal ini dianggap berkumpul hal ini diartikan lain oleh orang pribumi untuk menyerang kembali. SMS beredar dan orang lampung bersatu dibantu oleh orang Bugis dan orang Jaseng (jawa serang) dan akhirnya menyerang dusun napal dari 4 penjuru arah. karena jumlah yang menyerang lebih dari 2000 an orang maka penduduk bali mengungsi ke tegalan dan peladangan.


20120129-130834.jpg


Ini menjadi PR kita, sebelum tahun 2000 an penduduk Bali sangat disegani dan bersatu dengan suku lain untuk memerangi suku pribumi, karena saat itu suku pribumi kebanyakan mencuri dan memeras. tapi sekarang terbalik penduduk suku lain tidak pernah bermasalah dengan penduduk asli pribumi, tapi yang bermasalah selalu dari bali. mengapa karena pemuda bali di lampung khusunya yang berasal dari Nusa merasa Jumawa dan jagoan, bahkan orang hajatan resepsi saja disambangi diperas untuk dimintai uang untuk membeli Miras.

Sekali lagi ini PR kita, dan kejadian ini adalah karma, disastu sisi patut kita syukuri mungkin dengan kejadian ini membuat kita melek dan menyadarkan para pemuda-pemuda tersebut. Disatu sisi hal ini membuat kami miris karena TAKSU orang bali di lampung hilang dengan kejadian ini. Ini tugas kita menghidupkan TAKSU yang hilang ini dengan solidaritas damai dari umat.

Langkah-langkah yang diambil. :
-Keputusan bersama MUSPIDA : semua biaya akan ditanggung oleh pemda, dan pekerja dari aparat TNI dan Polri.
-Berdasarkan kunjungan kelapangan maka kami melakukan pertemuan seluruh parisada kabupaten dan kota disepakati membentuk Team untuk :
1. Team Mobilisasi bantuan : Semua parisada Kabupaten Kota, dan Elemen Organisasi pemuda dan mahasiswa.

2. Posko Solidaritas :
- Bantuan diaharapkan satu pintu, dimana team mobilisasi bantuan akan melaporkan ke posko pusat. dimana ketua posko :
- Ketua Ir Ketut pasek, ( 08117212288) pusat Posko di Sekretariat parisade Propinsi dan Posko dilapangan Wayan Gunawan.
- Bantuan dana dapat di transfer ke : BNI Cab tanjung karang No Rek : 0193289760 an Badan Dharma dana Parisada Provinsi lampung

3. Team negosiasi ke pemda : Made Suweca (Ketua Parisada) Prop, Ketut Seregig (sekretaris parisada Prop), Wayan Suda dan Made Pasti (unsur Parisada Lampung Selatan).

4. Kordinator Distribusi bantuan : Gede swibawa, Komang Pujiana dan Wayan Tangkas;

5. Pemantau rekontruksi dan rehabilitasi rumah dan Pura : Ketut Seregig dan I Nengah Aryata;

6. Kordinator pemulihan mental dan konseling : Nengah Maharta, Wayan Seruni dan Wayan Wisanta.

Orang bali di desa napal terdiri 70 KK, semua rumah hancur bahkan 48 KK hanya tinggal pakaian dibadan. Pura yang dibakar dan dirusak : Pura Puseh dan Pura dalem dan beberapa sanggah.
Bantuan yang diperlukan :
- Sandang : selimut, baju, handuk, kaos, kamen/jarik, tikar.
- pangan : Sembako,Sarden, Mie, telor,ikan asin

Untuk sementara kami (parisada kabupaten dan kota) baru mengumpulkan dana 25 Juta, yang digunakan untuk membeli pakaian anak sekolah, baju kaos untuk ganti, selimut dan keperluan dapur umum. bantuan diserahkan hari ini oleh kordinator distribusi, sekaligus mengiventarisasi keperluan lainnya yang dibutuhkan.

Om santih, santih,santih Om.

Lampung, 26 Januari 2012
Parisada Kota dan Propinsi Lampung.
ttd.
I Nengah Aryata

Sumber


Sekarang baru jelas akar permasalahan yang terjadi disana. Dalam keterangan ini juga dijelaskan cara penanganan dan pecegahan sarat akan wawasan dan ilmu.
Semoga kejadian ini tidak terulang kembali, dan masyarakat Bali yang tinggal disana lebih mawas diri.

Baca Juga Yang Ini



2 comments:

  1. sedih. masalah sepele banget jdnya ke mana2 hanya karena sama2 bawa nama etnis. repot memang kalo tindakan satu atau dua orang dianggap mewakili tindakan seluruh etnisnya. bahaya..

    semoga tak terulang lagi di masa depan.

    ReplyDelete
  2. Wah buset dah, sy bbrp taon yang lalu pernah maen ke Desa Bali Nuraga dan sekitarnya. Desa itu pusatnya orang Bali, mayoritas dari Nusa Penida. Sudah pada berhasil dan memiliki kebun sawit, truk dll.

    Desanya lg pesat2nya berkembang, ekonomi maju, sepintas sy liat ada jetlag ekonomi. Dulunya (maaf) hidup seadanya di Nusa dan sekarang hidup 'berada' di Lampung. Mental mereka belum siap terutama yg muda2. Typical mirip2 orang kaya baru (oknum ya, tidak generalisasi)

    Semoga ini jadi pelajaran bagi orang Bali di sana, kalo di gumin anak baik2lah bertingkah, keep low profile walao ekonomi kalian jauh diatas pribumi. Terutama pemuda2nya yg sok preman.

    ReplyDelete