Langsung ke konten utama

Perjalanan Tangkil Bulan Pitung Dina



Karya 42 hari di Pura Penataran Pande Tamblingan ini adalah rangkaian upacara terakhir dari karya melaspas yang telah dilaksanakan 24 Juni lalu, inilah catatan perjalanan saya.

Pukul 07.30 kami berangkat dari Monang Maning Denpasar. Saya, Bapak, Ibu dan adik, Maharta Ari Susanta, total 4 orang berada dalam kendaraan.

Sejam kemudian sampai di Pelataran Parkir objek wisata ulun danu beratan, tempat yowana pande berjanji berkumpul sebelum sampai di Tamblingan.

Terlihat Dego, bli Tamanbali dan the ladies telah berkumpul, menunggu semeton yang lain. Tak lama kemudian datang rombongan bli Pande Baik dan Pande Gus Hardy. Dibelakangnya menyusul Intan yang nyupir sendiri minibus hitam mengkilat. Cukup tangguh bajang pande ini mengemudikn kendaraan sendiri hingga ke tempat ini, setidaknya demikian menurut pandangan saya, karena jarang ada driver wanita yang mau nyupir lama dan jauh.

Saat dirasa semua sudah brkumpul, kami lanjut beriringan menuju Tamblingan. 6 kendaraan berisi yowana mengular sepanjang jalur candikuning-tamblingan yang saat itu cukup lengang. 30 menit kemudian sampai di bibir pura.

Sempat ada insiden kecil yaitu Dego Pande yang memimpin iring-iringan melewati pertigaan menuju pura, pertigaan awal jalan tanah berbatu itu.

Bli ande amanbali yang berada didepan saya berujar "Dego lagi kumat tuh". Saya hanya tersenyum membalas. Tidak tahu juga apa maksud Dego. Yang jelas perjalan Dego diikuti oleh rombongan Pande Gus hardy/bli Pande Baik dan rombongan Intan.

Sampai di Pura kami menuju ke bale pesandekan bertemu dengan Pengurus MSWP propinsi untuk konsolidasi tentang rencana dharma wacana yang akan diselenggarakan seminggu lagi, tanggal 15 agusts 2010. Beberapa masukan membangun telah diberikan. Corong loud speaker mengumumkan bahwa upacara persembahyangan akan dimuali, krama diharapkan mencari tempat.

Persembahyangan diawali dengan para Sira Mpu meweda, sembari demikian pembawa acara mengumumkan beberapa keputusan MSWP, termasuk juga saat itu kami Yowana Pande diberi kesempatan untuk mengumumkan tentang Seminar Bhisama dan keris tanggal 15 Agustus mendatang. Dego yang didaulat untuk mewakili dengan sigap mengambil microphone, tanpa ragu dengan kombinasi fasih bahasa bali alus Dego menuturkan semua hingga selesai. Kagum dan salut melihat kelebihan Dego melakukan propaganda didepan krama pande ini. Kalau saya disuruh mungkin sudah mundur teratur lalu kabur terbirit-birit.

Selang 30 menit kemudian begitu selesai runtutan upacara 42 hari Karya Melaspas Pura Penataran Pande Tamblingan ini kami lanjut dengan sembahyang.Selesai nunas tirta dan bangket adeng prapen kami melajutkan rapat konsolidasi dengan sesepuh dan pengurus MSWP pusat termasuk didalamnya bapak Kompiang Widastra Ketua MSWP propinsi Bali sekaligus pusat.


BACK

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artifact On an X-Ray

The following question was answered by an expert in the appropriate field:
Q
What does an artifact on an x ray mean? The first x ray (without sedation) showed a mass on the lymph nodes. The next x ray showed everything was fine. The doctor said the first one was an artifact.

A
In basic terms, an "artifact" on a diagnostic x-ray image is an area of the image that may look different from expected, although it is not necessarily something dealing with what is being imaged. An artifact may appear as light or dark spots, lines, fogging, specks, etc. They can be caused by motion, dirt on film, poor chemistry in a film processor, poor contact between the film and the cassette that holds the film, and so on. Types of artifacts may vary with the modality, for example, plain x-ray film, CT, or ultrasound, but the physician who interprets the image tries to make sure that false positive and false negative results are avoided. Ideally, the physician wants an image that contains no artifact…

Luka Tembak Di Kepala

Kejadian ini saat saya jaga malam di RS Sanglah tanggal 29 Juni 2010, sekitar pukul 22.00 datang seorang remaja dengan klinis luka tembak senapan angin di kepala, kata koas yang mengantar sebuah peluru tembus melalui kepala bagian belakang dan meninggalkan lubang di occipital.

Pasien dalam keadaan sadar baik, kepalanya dibalut perban. Segera saya lakukan ct scan kepala irisan axial sejajar OML. Mode yang saya pilih adalah Spiral dengan ketebalan irisan 5 mm, pitch 3 mm, maksudnya agar bisa di olah dengan baik oleh software nantinya.




Memang dalam irisan ct scan tampak gambaran beberapa proyektil peluru antra lain berada di petrosum dan beberapa bagian otaknya. Melalui pengukuran jarak saya dapatkan jarak antara lubang masuk peluru di occipital hingga proyektil terdalam di petrosum sejauh 12.4 cm, cukup jauh menurut saya kalau ini adalah hasil dari senapan angin. Saya dulu pernah terkena pentalan peluru di jari tangan tapi untungnya tidak menimbulkan luka, lecet pun tidak, cuma bengkak da…

Ulasan singkat Life's a Beach

Pukul 15.30 saya sampai ditempat acara yaitu pantai kuta di sebelah barat The Wave Bar. Begitu saya parkir motor, panitia sedang mengumumkan acara "Clean Up beach" yaitu menyusuri pantai sambil membawa kantong memunguti sampah non organik yang bertebaran disepanjang pantai, segera saja saya bergabung dalam gerombolan. Tampak Jerinx (SID) dan Bobby (SID) ikut dalam barisan sibuk memunguti sampah-sampah non organik yang memang dikenal tidak ramah lingkungan.

Disepanjang Pantai sore itu banyak terdapat kegiatan antara lain yang dapat saya ambil gambarnya adalah Demo Jual Beli Organ Tubuh di Cina oleh perkumpulan Falun Dafa. Tampak juga Demo Faun Dafa dengan sarana audio musik Cina yang tidak saya mengerti temanya.

Sampah yang dipungut oleh peserta kemudian dikumpulkan, lumayan banyak juga mendapat sampah non organik disepanjang pantai Kuta ini.

Acara selanjutnya diisi oleh Lonely King Low Rider yaitu parade naik sepeda keliling Kuta, acara ini diikuti juga oleh komunitas "Bi…