Custom Search

KUNJUNGI JUGA :

Blog Radiografer Indonesia

11 August 2010

Perampok Dor Karyawati Pegadaian


Malang benar nasib karyawati pegadaian singaraja, Mirza Resti Nirmala, sudah dirampok didor pula.

Mungkin tidak ada yang menduga kalau senin siang, hari-hari rutin yang dia lalui dikantor menjadi malapetaka. Perampok bersenjata tanpa ampun mendor kepala remaja 24 tahun ini hingga tembus ke sisi berlawanan meninggalkan luka lebar seluas kepalan orang dewasa.

Ironisnya, menurut seorang sumber, korban ditembak hingga 2 kali, pada tembakan pertama korban sempat melawan, lalu tembakan kedua dilepaskan membuat korban jatuh dan tak sadarkan diri. Terlihat 2 luka pada kepala sebelah kiri berdiameter 3 cm kira-kira selebar telunjuk orang dewasa.

Darah segar tampak membasahi lantai meja kasir tempat korban bertugas. Menurut dokter Mirza kehilangan banyak darah, dan sebagian otaknya keluar dari lubang menganga di sisi kiri kepala.

Saat ini korban dirawat di ICU RSUP Sanglah Denpasar setelah sebelumnya sempat di rawat di UGD RSU Buleleng sebentar. Keadaannya masih koma dengan alat bantu hidup melingkar disekeliling tubuhnya.

Mengutip dari beberapa media lokal seperti beritabali com, balipost, radarbali dan wartabali. Perampokan siang bolong ini terjadi di Kantor Unit Pegadaian cabang Singaraja yang berkantor di Supermarket Hardys jalan Ngurah Rai. Saat kejadian suasana kantor yang terletak di lantai dasar sedang sepi hanya diisi oleh korban, tidak ada nasabah yang bertransaksi, satpam pun hanya mengandalkan satpam pertokoan.

Perampok yang diduga berjumlah 2 orang, satu laki-laki dan satu perempuan berhasil menggasak brankas dan membawa kabur uang sejumlah Rp 21 juta.

Hingga berita ini ditulis polisi masih belum menemukan pelaku, bahkan proyektil peluru pun tidak ditemukan. Karyawan yang berada disebelah pegadaian menuturkan saat kejadian sama sekali tidak mendengar letusan senjata api, hanyan suara tek..tek..seperti pipa dipukulkan ke plafon sebanyak 2 kali.

Pemilik pertokoan Hardys, Gede Agus Hardyawan sampai berani memberikan 50 juta kepada kepolisian jika berhasil menangkap pelaku, “sebagai bentuk bantuan operasional” tegasnya.

Semoga pelaku dapat segera ditangkap dan dijatuhi hukuman yang setimpal, bahaya sekali jika masih bebas berkeliaran, takutnya kejadian seperti ini terulang kembali.

Penembakan yang diarahkan ke bagian vital tanpa peringatan terlebih dahulu menurut saya bertujuan memang untuk membunuh, bukan melumpuhkan atau menakut-nakuti, bahkan saat kejadian tidak ada suara yang ditimbulkan, tidak saksi selain korban dan barang bukti lain tercecer artinya pelaku adalah seorang profesional.
BACK

Baca Juga Yang Ini



No comments:

Post a Comment