Custom Search

KUNJUNGI JUGA :

Blog Radiografer Indonesia

23 August 2010

Korban Perampokan Pegadaian Akhirnya Mennggal


Mirza Resti Nirmala (24) akhirnya meninggal setelah 10 hari dirawat di Hgh Care Unit (HCU) RSUP Sanglah Denpasar kamis pagi lalu (19/8).

Walau sempat mendapatkan trepanasi, operasi jaringan otak untuk memperbaiki cedera berat di kepala segera begitu tiba di Rumah Sakit Umum Pusat rujukan Bali dan Nusa Tenggara ini, tetap tidak dapat mempertahankan keadaan umum karyawati pegadaian korban perampokan sadis itu hingga akhirnya dipanggil Yang Maha Kuasa kamis pagi lalu (19/8/10).

Mengutip dari Bali Post, Humas RSUP Sanglah dr. IGNA Putra Wibawa mengatakan Mirza terkena radang paru atau pneumonia yang kerap terjadi pada pasien-pasien yang lama tidak sadarkan diri. Walau pada awalnya sempat kondisinya stabil tapi akhirnya takdir berkata lain.

Setelah sebelumnya sempat diberitakan tertembak, ternyata dugaan tersebut salah, lewat pengakuan tersangka pelaku perampokan yang berhasil ditangkap tanggal 15 Agustus lalu, oleh satuan Reserse dan Kriminal Polres Buleleng, 6 hari setelah melakukan aksinya yang biadab. Penyebab luka berat pada kepala korban didapatkan akibat benturan berkali-kali ke meja kasir dan brankas yang terbuat dari besi, bahkan disebutkan juga sempat dibenturkan ke lantai.

Motif pelaku melakukan perampokan adalah mendapatkan uang untuk membiayai perjalanan mudik pasangan wanitanya sekaligus menikahinya di daerah Bandung, Jawa Barat. Lokasi perampokan mengambil tempat di pegadaian adalah pilihan acak, merupakan aksi nekat, tidak direncanakan pelaku sebelumnya.

Beruntung seorang karyawan penjaga konter HP melaporkan kepada polisi bahwa ada orang yang datang minta dihapus file-file foto yang ada dalam HP. Setelah dilihat oleh karyawan foto-foto tersebut mirip dengan korban. Dari sana kemudian polisi dapat mengetahui identitas tersangka yang kemudian diketahui bernama I Gede Merta Yasa alias Bagler (36), warga Kelurahan Kendran Kecamatan Buleleng lewat penulusuran mendalam pihak kepolisian. Rupanya selain merampok uang dalam brankas Bagler juga sempat mengambil HP korban, dan barang peninggalan milik korban inilah yang akhirnya berhasil mengungkapkan pelaku.



BACK

Baca selengkapnya......

20 August 2010

Orang Gila Mengamuk Di Kuta


Seorang pria mengamuk dan melukai beberapa orang tanpa sebab yang jelas di jalan Popies 1 Kuta malam jumat kemarin (19/8)

Kejadian dimulai sekitar pk 20.00 wita di jalan popies 1 Kuta, seorang pria berumur sekitar 25 tahun, turun kejalan berlarian membawa sebuah parang diayun-ayunkan ke orang-orang sekitarnya, mengamuk tidak jelas apa motifnya. Akibatnya beberapa orang mengalami luka-luka, tak sedikit yang mengalami luka serius.

Tercatat 6 korban dirawat di RSU Graha Asih Kuta, 2 orang di RSUP Sanglah dan beberapa dibawa ke RSU Kasih Ibu Kedonganan. Rata-rata korban mengalami luka bacok dan luka terbuka di kepala dan sekitar tangan akibat sabetan parang dari pria mengamuk tersebut.

Diperkirakan pelaku yang asli Kuta itu mengalami gangguan kejiwaan. "Orang Stres itu pak!" begitu seorang keluarga korban menuturkan.

Saat korban-korban tengah dirawat di RSU Graha Asih, pelaku dengan diantar polisi juga datang untuk ikut mendapat perawatan. Kedua tangannya diikat memakai selendang, mencegah melakukan kejadian serupa di Rumah Sakit. Belakangan diketahui pelaku bernama Eka Pratama warga banjar Pande Mas Kuta berusia 25 tahun.

Eka mengalami cedera pada kepala yang tidak terlalu serius, dokter hanya membersihkan kemudian melakukan beberapa jahitan.

Beberapa saat setelah mendapat perawatan, polisi kemudian mengamankan Eka ke polsek Kuta karena RSU Graha Asih tempat pelaku dirawat dipenuhi oleh keluarga korban yang bersiap-siap ingin menuntut balas.

Satu kesatuan Polisi dan intel memenuhi areal RS untuk melakukan pengamanan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Saat pelaku akan diamankan dengan mobil patroli, keluarga korban terlihat merangsak dipintu depan RS, akhirnya rombongan polisi dan tersangka memutar melewati pintu samping yang agak sepi. Beruntung tidak terjadi aksi brutal yang lebih gawat. Hingga akhirnya mobil patroli polisi berhasil keluar membawa pelaku dari areal RS.

Tengah malam, satu korban kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah karena cedera kepala yang dialami tergolong berat.
BACK

Baca selengkapnya......

11 August 2010

Perampok Dor Karyawati Pegadaian


Malang benar nasib karyawati pegadaian singaraja, Mirza Resti Nirmala, sudah dirampok didor pula.

Mungkin tidak ada yang menduga kalau senin siang, hari-hari rutin yang dia lalui dikantor menjadi malapetaka. Perampok bersenjata tanpa ampun mendor kepala remaja 24 tahun ini hingga tembus ke sisi berlawanan meninggalkan luka lebar seluas kepalan orang dewasa.

Ironisnya, menurut seorang sumber, korban ditembak hingga 2 kali, pada tembakan pertama korban sempat melawan, lalu tembakan kedua dilepaskan membuat korban jatuh dan tak sadarkan diri. Terlihat 2 luka pada kepala sebelah kiri berdiameter 3 cm kira-kira selebar telunjuk orang dewasa.

Darah segar tampak membasahi lantai meja kasir tempat korban bertugas. Menurut dokter Mirza kehilangan banyak darah, dan sebagian otaknya keluar dari lubang menganga di sisi kiri kepala.

Saat ini korban dirawat di ICU RSUP Sanglah Denpasar setelah sebelumnya sempat di rawat di UGD RSU Buleleng sebentar. Keadaannya masih koma dengan alat bantu hidup melingkar disekeliling tubuhnya.

Mengutip dari beberapa media lokal seperti beritabali com, balipost, radarbali dan wartabali. Perampokan siang bolong ini terjadi di Kantor Unit Pegadaian cabang Singaraja yang berkantor di Supermarket Hardys jalan Ngurah Rai. Saat kejadian suasana kantor yang terletak di lantai dasar sedang sepi hanya diisi oleh korban, tidak ada nasabah yang bertransaksi, satpam pun hanya mengandalkan satpam pertokoan.

Perampok yang diduga berjumlah 2 orang, satu laki-laki dan satu perempuan berhasil menggasak brankas dan membawa kabur uang sejumlah Rp 21 juta.

Hingga berita ini ditulis polisi masih belum menemukan pelaku, bahkan proyektil peluru pun tidak ditemukan. Karyawan yang berada disebelah pegadaian menuturkan saat kejadian sama sekali tidak mendengar letusan senjata api, hanyan suara tek..tek..seperti pipa dipukulkan ke plafon sebanyak 2 kali.

Pemilik pertokoan Hardys, Gede Agus Hardyawan sampai berani memberikan 50 juta kepada kepolisian jika berhasil menangkap pelaku, “sebagai bentuk bantuan operasional” tegasnya.

Semoga pelaku dapat segera ditangkap dan dijatuhi hukuman yang setimpal, bahaya sekali jika masih bebas berkeliaran, takutnya kejadian seperti ini terulang kembali.

Penembakan yang diarahkan ke bagian vital tanpa peringatan terlebih dahulu menurut saya bertujuan memang untuk membunuh, bukan melumpuhkan atau menakut-nakuti, bahkan saat kejadian tidak ada suara yang ditimbulkan, tidak saksi selain korban dan barang bukti lain tercecer artinya pelaku adalah seorang profesional.
BACK

Baca selengkapnya......

10 August 2010

Dharmawacana Bhisama Pande dan Keris



Kepada seluruh semeton Pande terutama yowana paramarta warga Pande, kami dari group facebook warga pande Bali mengadakan Dharmawacana tentang Sejarah dan Bhisama Pande, serta pengetahuan tentang keris dan organisasi Maha Semaya Warga Pande di Museum Neka Sanggingan-Ubud.

Acara akan diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 15 Agustus 2010 mulai pukul 09.00 hingga selesai. Dharmawacana akan diisi oleh pembicara yang ahli dalam bidangnya seperti bapak Wayan Pande Suteja Neka, pemilik museum Neka, Prof Dr Nyoman Weda Kusuma, dosen sastra Universitas Udayana, dan Ida Sira Empu sakeng Tunggak, Bebandem Karangasem.

Untuk mengikuti acara peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 20.000, pembayaran dapat dilakukan kepada salah satu panitia yang tercantum dibawah, atau dapat juga langsung di lokasi acara. Saat acara peserta diminta memakai pakaian adat Bali Madya, bagi peserta laki-laki diwajibkan memakai Destar.

Silahkan datang, mari bersama-sama berkumpul dengan saudara dan handai taulan sambil memetik pengetahuan tentang Pande.

Untuk informasi lebih lanjut kerabat semua dapat menghubungi panitia acara yang terdapat dibawah :

SUSUNAN PANITIA DHARMA WACANA , Museum Neka, 15 Agustus 2010

Ketua : Yande Putrawan @Yande Putrawan ( 081237533999)
Sekretaris : Pande Putu Yadnya @Pande Bali ( 0817556999 )
Bendahara : Gek Tu Cipluk ( 089685554595 )
Yulita Pandewi ( 081805508222 )

Sie – sie :

1. Sie Dokumentasi : Geni Geni & Ari Susanta
2. Sie Konsumsi :
3. Sie Acara :
4. Sie Humas + Publikasi : Dego Suryantara ( 081558703288 )
Blijunk Adi Susanta (0857374122262)
5. Sie Transportasi : Pande Gus D. ( 087861847294)

Koordinator Wilayah :
1. Koor. Wil. Badung : Pande Jaucher ( 081558801687 )
2. Koor. Wil. Tabanan : Gek Tu “Cipluk” ( 089685554595/ 08179704600 )
3. Koor. Wil. Gianyar : Gede Funday (085237473173 )
4. Koor. Wil. Kodya Denpasar : Pande Gus Hardy ( 081239404011/ 081936254442 )
5. Koor. Wil. Klungkung : Arik Denok
6. Koor. Wil. Bangli : Komang Suarsana
7. Koor. Wil. Buleleng : Pande Juni Artawan 087861397071
8. Koor. Wil. Negara : Dego Suryantara ( 081558703288 )
9. Koor. Wil. Karangasem : Dego Suryantara ( 081558703288 )

Bagi Semeton yang ingin mendaftar, silakan hub koordinator di wilayah masing masing….

Pendaftaran juga bisa di lakukan di Museum Neka sebelum acara di mulai…

NB : Untuk Wilayah Denpasar Barat dan sekitarnya bisa juga daftar ke Mymart.



BACK

Baca selengkapnya......

08 August 2010

Perjalanan Tangkil Bulan Pitung Dina



Karya 42 hari di Pura Penataran Pande Tamblingan ini adalah rangkaian upacara terakhir dari karya melaspas yang telah dilaksanakan 24 Juni lalu, inilah catatan perjalanan saya.

Pukul 07.30 kami berangkat dari Monang Maning Denpasar. Saya, Bapak, Ibu dan adik, Maharta Ari Susanta, total 4 orang berada dalam kendaraan.

Sejam kemudian sampai di Pelataran Parkir objek wisata ulun danu beratan, tempat yowana pande berjanji berkumpul sebelum sampai di Tamblingan.

Terlihat Dego, bli Tamanbali dan the ladies telah berkumpul, menunggu semeton yang lain. Tak lama kemudian datang rombongan bli Pande Baik dan Pande Gus Hardy. Dibelakangnya menyusul Intan yang nyupir sendiri minibus hitam mengkilat. Cukup tangguh bajang pande ini mengemudikn kendaraan sendiri hingga ke tempat ini, setidaknya demikian menurut pandangan saya, karena jarang ada driver wanita yang mau nyupir lama dan jauh.

Saat dirasa semua sudah brkumpul, kami lanjut beriringan menuju Tamblingan. 6 kendaraan berisi yowana mengular sepanjang jalur candikuning-tamblingan yang saat itu cukup lengang. 30 menit kemudian sampai di bibir pura.

Sempat ada insiden kecil yaitu Dego Pande yang memimpin iring-iringan melewati pertigaan menuju pura, pertigaan awal jalan tanah berbatu itu.

Bli ande amanbali yang berada didepan saya berujar "Dego lagi kumat tuh". Saya hanya tersenyum membalas. Tidak tahu juga apa maksud Dego. Yang jelas perjalan Dego diikuti oleh rombongan Pande Gus hardy/bli Pande Baik dan rombongan Intan.

Sampai di Pura kami menuju ke bale pesandekan bertemu dengan Pengurus MSWP propinsi untuk konsolidasi tentang rencana dharma wacana yang akan diselenggarakan seminggu lagi, tanggal 15 agusts 2010. Beberapa masukan membangun telah diberikan. Corong loud speaker mengumumkan bahwa upacara persembahyangan akan dimuali, krama diharapkan mencari tempat.

Persembahyangan diawali dengan para Sira Mpu meweda, sembari demikian pembawa acara mengumumkan beberapa keputusan MSWP, termasuk juga saat itu kami Yowana Pande diberi kesempatan untuk mengumumkan tentang Seminar Bhisama dan keris tanggal 15 Agustus mendatang. Dego yang didaulat untuk mewakili dengan sigap mengambil microphone, tanpa ragu dengan kombinasi fasih bahasa bali alus Dego menuturkan semua hingga selesai. Kagum dan salut melihat kelebihan Dego melakukan propaganda didepan krama pande ini. Kalau saya disuruh mungkin sudah mundur teratur lalu kabur terbirit-birit.

Selang 30 menit kemudian begitu selesai runtutan upacara 42 hari Karya Melaspas Pura Penataran Pande Tamblingan ini kami lanjut dengan sembahyang.Selesai nunas tirta dan bangket adeng prapen kami melajutkan rapat konsolidasi dengan sesepuh dan pengurus MSWP pusat termasuk didalamnya bapak Kompiang Widastra Ketua MSWP propinsi Bali sekaligus pusat.


BACK

Baca selengkapnya......

06 August 2010

Kebakaran Galuh Spa Kuta




Sore tadi sekitar pukul 16.30 Galuh Spa yang berada di jalan By Pass Ngurah Rai Kuta, 1 kilometer arah selatan Bundaran Dewa Ruci Simpang Siur Kuta, luluh lantak menjadi puing-puning akibat dilalap si jago merah.

Kebakaran diperkirakan karena kebocoran gas elpiji. Menurut salah seorang karyawan yang turut menjadi korban, semula dia mendapat laporan ada gas bocor di salah satu bilik, terdengar suara mendesis dan bau pengap gas, ketika didekati mendadak dari ujung tabung elpiji memancar keluar gas seperti kabut putih lalu beberapa detik kemudian api langsung menyambar, kontan dia langsung melompat keluar melalui jendela, akhirnya jatuh di kolam air.

Sumber api yang menyambar gas tersebut diduga dari lilin aroma terapi atau dupa harum yang memang banyak terdapat didalam spa.

Karyawan tersebut menderita luka bakar dibagian kaki dan punggung, serta lecet dibagian dahi. Dokter mengatakan luka bakarnya tidak terlalu parah, jadi cukup dibersihkan lalu diberi salep dan obat minum setelah itu pasien boleh pulang.

Tercatat terdapat 3 orang korban luka bakar dirawat di ruang gawat darurat RSU Graha Asih Kuta. Seluruh pasien dapat tertangani dengan baik dan tidak sampai rawat inap.

Jalan By Pass Ngurah Rai sepanjang Simpang Siur Kuta hingga Tuban mengalami macet total. Bahkan ada rekan yang melaporkan kemacetan hingga Indonesia Power Benoa dan daerah sekitar Jimbaran.

Terdapat 4 pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran kabupaten Badung berusaha mengendalikan api. Setelah berjuang sekitar 2,5 jam, api dapat dipadamkan pada pukul 19.00. Keganasan si jago merah tersebut meninggalkan puing-puing bangunan dan sisa tembok yang menghitam. Terlihat 13 bilik mirip pondok yang semula beratap alang-alang seluruhnya hangus tanpa sisa.

Menurut salah seorang saksi, kebakaran bermula dari bilik nomor 5 tempat kebocoran gas tersebut, karena instalasi gas yang serial, jika satu tabung gas terbakar semuanya pun ikut terbakar serentak, itulah yang menyebabkan seluruh bangunan seluas setengah lapangan bola ini hangus dengan cepat.

Begitu api padam, polisi bergerak cepat mengolah TKP dengan melingkarkan police line ke sekeliling bangunan.

Beberapa gambar dari TKP :






BACK

Baca selengkapnya......

03 August 2010

Saran Atau Jebakan


Seorang teman baru saja mendapatkan hikmah dari sebuah ungkapan "Saran dan jebakan bedanya hanya sehelai rambut", tipis, nyaris tidak terlihat.

Ungkapan tersebut tentu bukan saya dapat dari pelajaran saat sekolah dulu, saya hanya mengutip dari sebuah postingan facebook milik seorang artis Bali yang kini telah go national, dia adalah Bobby Cool, gitaris vocalis band punk super nakal lagi maha sakti Superman Is Dead, kata-kata terakhir dalam kalimat tersebut saya karang sendiri berdasarkan pengalaman mengikuti hingar bingar band ini sejak kelas satu SMA sekitar tahun 95/96.

Balik ke ungkapan tadi, ceritanya begini, seorang teman siang tadi curhat, dia telah menghabiskan seluruh gajinya sebulan dengan cara sia-sia hanya gara-gara dapat masukan dari rekan kerjanya yang secara persuasif menyarankan untuk melanjutkan kuliah tanpa mengikuti prosedur yang berlaku, janjinya seluruh birokrasi dapat dengan gampang diurus oleh yang memberi saran tadi. Kontan saja kawan itu menyambut masukan tadi dengan semangat.

Sampai akhirnya dia mengeluarkan banyak biaya, salah satunya untuk berangkat ke ibukota bermaksud mendaftar ulang lalu sekalian ikut tes, konon katanya dapat dilaksanakan berbarengan pada tanggal yang telah ditentukan. Tapi apa daya sampai di kampus kenyataannya jauh pangang dari api. Pendaftaran dan tetek benggeknya menyalahi prodesur, jadual tes diundur dan banyak kenyataan lain yang menyesakan hati. Hingga kawan ini akhirnya batal mengikuti kuliah yang dicita-citakan, lalu pulang dengan langkah gontai.

Uang habis, kuliah tidak jadi, waktu terbuang percuma, keluarga terbengkalai demikian keluh kesahnya. Semua dia sesalkan dan dilampiaskan kepada satu orang yang telah memberinya saran manis diawal tadi.

Berujarlah saya padanya "itulah beda saran dengan jebakan bli, besarnya hanya setipis rambut, nyaris tidak kelihatan". "ambil saja hikmahnya, jangan terlalu disesalkan, uang yang telah terbuang nanti bisa dicari kembali pelan-pelan, itung-itung buang sial, atau tebus dosa". imbuh saya, maksudnya sekalian ingin menenangkan hatinya.

Tak enak hati ini sebetulnya menceritakan nasib buruk seseorang, apalai itu kawan baik sendiri. Tapi saya hanya ingin berbagi pengalaman dengan rekan semua, bahwa sering kali saran dan jebakan itu beda tipis, salah sedikit bisa terjerembab karenanya, selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan dari saran atau masukan seseorang, pikirkan secara mendalam dahulu, bila perlu rundingkan dengan orang kepercayaan anda, orang terdekat atau orang yang anda kasihi karena sering kali orang-orang tersebut memberikan masukan yang menuntun ke arah kebaikan walaupun kadang apa yang mereka sampaikan terdengar menyakitkan.

Untuk teman saya yang lagi bernasib sial, come on bray, life must go on, wheel has to spin, wake up, you shall start this over from the begining. Ayo sehabat jalan terus, roda selalu berputar, tidak usah dipikirkan mendalam, mari lanjutkan hidupmu.

BACK

Baca selengkapnya......

Ternyata Pasien Bunuh Diri


Penasaran oleh suara gaduh yang terjadi diluar ruangan ini, saya coba menengok keluar, terlihat beberapa orang tua, muda, laki dan perempuan berkumpul di depan pintu Unit Gawat Darurat. Satu dua ada yang terlihat menangis sesegukan, sisanya melongokan kepala kecelah pintu dan sekat kaca pembatas mencoba melihat-lihat sesuatu.

Ternyata ada seorang pria muda usia 22 tahun datang dalam keadaan meninggal, sepertinya usaha bunuh diri karena menurut keterangan tetangga dan kerabatnya, pria ini habis meminum cairan beracun, terbukti saat ditemukan dan dibawa ke rumah sakit dari mulutnya keluar busa putih. Cairan tersebut belum berhasil diidentifikasi kandungannya, dari baunya bukan tergolong racun serangga kata seorang perawat yang bertugas.

Dokter dan perawat telah mencoba menolong dengan berbagai cara. Sekian lama mencoba layar vital sign yang terdapat di DC Shock tetap menunjukan flat rate artinya pria muda ini telah meninggal, sepertinya dalam perjalanan ke rumah sakit. Dalam dunia medis keadaan ini namanya DOA (Dead On Arrival).

Menurut salah seorang kerabat yang masih tenang dan bisa bercerita, pria ini adalah seorang anak tunggal, pantas saja kedua orang tuanya menangis sejadi-jadinya didalam ruang gawat darurat, bahkan sampai berteriak-teriak hingga beberapa perawat dan penunggu pasien datang menghampiri, sebelum meninggal pria ini sempat terlihat keluar kamarnya membeli teh botol dengan berjalan kaki, lunglai dan lemas langkahnya.

Sesaat setelah membeli teh botol kemudian masuk ruangan dan hingga ditemukan tidak sadar dengan mulut berbusa. Isi cairan beracun dan Penyebab dia memutuskan meminum cairan tersebut masih belum jelas.

Kenapa masih ada orang mencoba bunuh diri padahal disisi lain masih banyak orang yang masih bertarung nafas untuk hidup.
BACK

Baca selengkapnya......

01 August 2010

Laporan Kelas Menulis Jurnalisme Warga IV



Sloka Institute bekerja sama dengan balebengong.net telah selesai mengadakan kegiatan bernama Kelas Menulis Jurnalisme Warga angkatan IV tempo hari. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan kesempatan menulis kepada warga agar turut berperan aktif dalam pemberitaan tidak hanya menjadi objek berita.

Kegiatan yang telah dilakukan 4 kali dari sejak pertama diadakan sekitar bulan januari 2010 mendapat respon postif dari masyarakat terutama kalangan remaja, terbukti dengan anggota yang mendaftar pada kelas menulis angkatan IV ini melebihi perkiraan. Dari kuota 10 orang yang direncanakan, membengkak menjadi 14 orang peserta yang berasal dari berbagai latar belakang dan cabang ilmu.

Dilaksanakan dua hari dari tanggal 24 juli hingga 25 juli 2010 peserta mendapatkan berbagai materi dasar jurnalisme antara lain dasar-dasar jurnalistik, materi berita langsung, penulisan berita kisah dan pelatihan blogging. Masing-masing diberikan oleh pemateri yang handal dalam bidangnya yaitu Anton Muhajir,wartawan lepas sekaligus ketua Bali Blogger Community (BBC). Pande Komang Yanes Setat, wartawan senior kantor berita Antara Bali. I Wayan Juniartha, wartawan the Jakarta Post, dan Putu Hendra Brawijaya, web designer dan blogger senior Bali.

Hari pertama materi diisi oleh bapak Yanes Setat dengan tema dasar jurnalistik dan menulis berita langsung. Beliau memang pantas disebut pakar dalam bidangnya, slide yang ditampilkan sebagai materi hanya berbentuk word dan jarang dilihat. Beliau sepertinya sudah hapal betul dengan dunia jurnalistik. Peserta banyak memanfaatkan kesempatan bertanya kepada pak Yanes tentang tata cara menulis menurut kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. “Serasa jadi pelajar SMP kembali” demikian tutur salah seorang peserta.

Siang harinya selepas makan siang materi dilanjutkan oleh bli I Wayan Juniartha, topik yang diberikan tentang menulis berita kisah atau features. Boleh dibilang pertemuan sesi ini mirip dengan acara Opera Van Java atau Seger Bener yang kerap tayang di stasiun televisi swasta nasional. Sebab bli Jun membawakannya dengan sangat kocak. Nyaris waktu satu setengah jam yang disediakan terisi oleh gelak tawa. Peserta sampai lupa harus bertanya apa pada sesi tanya jawab.

Acara terakhir hari itu seharusnya sharing dengan I,m an Angel sebuah organisasi nirlaba yang bergerak dalam bidang peningkatan kualitas hidup masyarakat kecil, cuma dari pihak I,m an Angel tidak datang akhirnya mas Anton Muhajir mengisinya dengan pembahasan tulisan peserta tentang penulisan profil seseorang diawal acara. Sebagian besar peserta yang memang belum begitu paham menulis di media seperti blog misalnya mengalami kekurangan dalam penggunaan alinea yang terlalu panjang, penulisan kata sambung terlalu banyak, peletakan tanda baca dan ejaan yang benar. Setelah dijelaskan dengan perlahan oleh mas Anton para peserta sedikit banyak mulai mengerti.

Hari Kedua peserta mendapat tugas meliput suatu tema yang telah dipilih di hari sebelumnya. Area yang dituju tidak jauh, hanya seputar kota Denpasar. Topik yang diangkat berkisar tentang kehidupan anak-anak dengan berbagai permasalahannya. Siang hari sebelum jam makan siang mereka sudah kembali, beberapa sudah mulai menulis. Target tulisan yang harus dicapai adalah 1500 kata atau kira-kira satu setengah halaman, dan harus selesai sebelum materi terakhir dibawakan.

Materi terakhir dibawakan oleh Putu Hendra Brawijaya alias Saylow, blogger kawakan Bali bertampang khas dengan tutur kata cenderung kocak. Saylow sangat pede membawakan materi pemanfaatan blog sebagai sarana publikasi tulisan, walau peserta terlihat sibuk sendiri dengan laptopnya mengutak katik situs blog gratisan wordpress.com, truna ganteng idola cewe-cewe ini tetap saja lanjut dengan materinya dan cuek dengan tingkah peserta, prinsip dia silahkan peserta sibuk sendiri dan mengacuhkan materi, yang penting hasil akhirnya dia ingin lihat blog para peserta dapat berjalan baik, demikian serunya dengan lantang dipertengahan materi.

Waktu telah menyentuh pukul 5 sore, saatnya menyelesaikan materi terakhir ini, walau beberapa peserta kurang puas karena kekurangan waktu, Saylow tetep support dengan memberikan alamat email pribadinya sebagai sarana bertanya langsung atau lewat blognya 28sign.com dan saylows.com. Penutupan dilakukan dengan membaca masukan dan komentar peserta kemudian pengumuman pemenang menulis 300 kata sebagai syarat mendaftar dalam kegiatan ini. Pemenangnya berasal dari Songan Bangli, seorang pemuda bernama Nengah Diawan, tulisannya tentang keinginan membuat media publikasi di Desanya telah melelehkan hati juri. Salut untuk Nengah.

Peserta asik, pengajar juga asik
f
BACK

Baca selengkapnya......