Langsung ke konten utama

Bayi Terlantar di RS Sanglah



Bayi adalah karunia besar bagi pasangan suami istri. Tak jarang mereka sampai merogoh kocek yang dalam untuk mendapatkannya. Namun ada beberapa orang yang tega menelantarkan buah cinta mereka tanpa alasan yang jelas.Mengapa harus terjadi?

Saat mendapat tugas ke ruangan bayi tempo hari, dipintu masuk terdapat dua kamera televisi menyorot seorang bayi dengan perawat diampingnya, wah ada liputan bayi terlantar.

Bayi perempuan mungil lucu itu tergolek dalam box transparan kecil berukuran kira-kira 30 x 40 cm, beralas perlak, semacam alas terbuat dari kulit sintetis tidak tembus cairan dan berselimut hijau muda motif bunga. Umurnya baru satu bulan, kulitnya putih kemerahan, matanya belum bisa terbuka sempurna, masih sipit, hanya bisa terbuka sebentar lalu menutup lagi.

Di papan yang terpasang pada box terdapat nama Winda yang menurut perawat disana adalah nama ibu yang melahirkan,maka diberilah nama bayi ini bayi winda,sesuatu yang lazim dilakukan untuk bayi yang baru lahir yang belum mempunyai nama tetap,mereka meminjam nama ibunya dulu.

Bayi Winda adalah satu dari tiga bayi terlantar yang terdapat dirumah sakit ini, satu diantaranya bahkan telah meninggal dunia karena terlahir prematur. Beruntung bayi winda kondisinya baik walau sebelumnya didiagnosa menderita suatu penyakit.

Sebelum berada disini bayi winda lahir di sebuah klinik bersalin, karena menderita kelainan lalu dirujuk ke RSUP Sanglah. Ibunya langsung yang mengantarkan dan sempat beberapa hari menemani sang jabang bayi. Sekian hari kemudian sang ibu tidak terlihat lagi diruangan ini tanpa ada kejelasan. Pihak rumah sakit telah berusaha menghubungi lewat telpon dan ke alamat yang diberikan tetapi semuanya fiktif.

Demkian juga dua bayi yang lain bayi Munawaroh, yang keadaanya hampir sama dengan bayi Winda dan bayi Nurlela yang telah terbujur kaku dikamar jenazah, seluruh keterangan tentang keberadaan orang tuanya telah ditelusuri tetapi tetap tidak medapatkan hasil. Jika terlalu lama berdiam disini takutnhya bayi-bayi sehat ini menjadi tertular penyakit demikian kata ibu perawat.

Entah apa yang menjadi pemikiran orang yang telah tega menelantarkan bayi-bayi tak berdosa ini, apakah karena biaya atau karena aib hasil hubungan gelap atau ada hal yang lain.

Jika dikatakan karena masalah biaya, kan masih ada dinas sosial dan program JKBM dari gubernur Bali yang bisa dipergunakan untuk keringanan biaya perawatan di rumah sakit. Yang jelas tindakan ini sangat tidak manusiawi, tidak bisa dicari dimana letak pembenarannya.

Masih banyak pasangan yang telah lama menikah belum mempunyai keturunan sangat berharap mendapatkan karunia seorang jabang bayi dari Tuhan, mereka-mereka ini malah dengan seenaknya menelantarkan.

Maafkanlah ibumu ya nak, mungkin beliau merasa tak kuasa merawatmu hingga kamu besar, kelak jika kamu sudah dewasa dan memahami arti hidup hampirilah ibumu dan sayangilah beliau walau kamu tidak pernah mendapatkanya dari sejak pertama dilahirkan.
BACK

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artifact On an X-Ray

The following question was answered by an expert in the appropriate field:
Q
What does an artifact on an x ray mean? The first x ray (without sedation) showed a mass on the lymph nodes. The next x ray showed everything was fine. The doctor said the first one was an artifact.

A
In basic terms, an "artifact" on a diagnostic x-ray image is an area of the image that may look different from expected, although it is not necessarily something dealing with what is being imaged. An artifact may appear as light or dark spots, lines, fogging, specks, etc. They can be caused by motion, dirt on film, poor chemistry in a film processor, poor contact between the film and the cassette that holds the film, and so on. Types of artifacts may vary with the modality, for example, plain x-ray film, CT, or ultrasound, but the physician who interprets the image tries to make sure that false positive and false negative results are avoided. Ideally, the physician wants an image that contains no artifact…

Luka Tembak Di Kepala

Kejadian ini saat saya jaga malam di RS Sanglah tanggal 29 Juni 2010, sekitar pukul 22.00 datang seorang remaja dengan klinis luka tembak senapan angin di kepala, kata koas yang mengantar sebuah peluru tembus melalui kepala bagian belakang dan meninggalkan lubang di occipital.

Pasien dalam keadaan sadar baik, kepalanya dibalut perban. Segera saya lakukan ct scan kepala irisan axial sejajar OML. Mode yang saya pilih adalah Spiral dengan ketebalan irisan 5 mm, pitch 3 mm, maksudnya agar bisa di olah dengan baik oleh software nantinya.




Memang dalam irisan ct scan tampak gambaran beberapa proyektil peluru antra lain berada di petrosum dan beberapa bagian otaknya. Melalui pengukuran jarak saya dapatkan jarak antara lubang masuk peluru di occipital hingga proyektil terdalam di petrosum sejauh 12.4 cm, cukup jauh menurut saya kalau ini adalah hasil dari senapan angin. Saya dulu pernah terkena pentalan peluru di jari tangan tapi untungnya tidak menimbulkan luka, lecet pun tidak, cuma bengkak da…

Ulasan singkat Life's a Beach

Pukul 15.30 saya sampai ditempat acara yaitu pantai kuta di sebelah barat The Wave Bar. Begitu saya parkir motor, panitia sedang mengumumkan acara "Clean Up beach" yaitu menyusuri pantai sambil membawa kantong memunguti sampah non organik yang bertebaran disepanjang pantai, segera saja saya bergabung dalam gerombolan. Tampak Jerinx (SID) dan Bobby (SID) ikut dalam barisan sibuk memunguti sampah-sampah non organik yang memang dikenal tidak ramah lingkungan.

Disepanjang Pantai sore itu banyak terdapat kegiatan antara lain yang dapat saya ambil gambarnya adalah Demo Jual Beli Organ Tubuh di Cina oleh perkumpulan Falun Dafa. Tampak juga Demo Faun Dafa dengan sarana audio musik Cina yang tidak saya mengerti temanya.

Sampah yang dipungut oleh peserta kemudian dikumpulkan, lumayan banyak juga mendapat sampah non organik disepanjang pantai Kuta ini.

Acara selanjutnya diisi oleh Lonely King Low Rider yaitu parade naik sepeda keliling Kuta, acara ini diikuti juga oleh komunitas "Bi…