Custom Search

KUNJUNGI JUGA :

Blog Radiografer Indonesia

31 July 2010

Bayi Terlantar di RS Sanglah



Bayi adalah karunia besar bagi pasangan suami istri. Tak jarang mereka sampai merogoh kocek yang dalam untuk mendapatkannya. Namun ada beberapa orang yang tega menelantarkan buah cinta mereka tanpa alasan yang jelas.Mengapa harus terjadi?

Saat mendapat tugas ke ruangan bayi tempo hari, dipintu masuk terdapat dua kamera televisi menyorot seorang bayi dengan perawat diampingnya, wah ada liputan bayi terlantar.

Bayi perempuan mungil lucu itu tergolek dalam box transparan kecil berukuran kira-kira 30 x 40 cm, beralas perlak, semacam alas terbuat dari kulit sintetis tidak tembus cairan dan berselimut hijau muda motif bunga. Umurnya baru satu bulan, kulitnya putih kemerahan, matanya belum bisa terbuka sempurna, masih sipit, hanya bisa terbuka sebentar lalu menutup lagi.

Di papan yang terpasang pada box terdapat nama Winda yang menurut perawat disana adalah nama ibu yang melahirkan,maka diberilah nama bayi ini bayi winda,sesuatu yang lazim dilakukan untuk bayi yang baru lahir yang belum mempunyai nama tetap,mereka meminjam nama ibunya dulu.

Bayi Winda adalah satu dari tiga bayi terlantar yang terdapat dirumah sakit ini, satu diantaranya bahkan telah meninggal dunia karena terlahir prematur. Beruntung bayi winda kondisinya baik walau sebelumnya didiagnosa menderita suatu penyakit.

Sebelum berada disini bayi winda lahir di sebuah klinik bersalin, karena menderita kelainan lalu dirujuk ke RSUP Sanglah. Ibunya langsung yang mengantarkan dan sempat beberapa hari menemani sang jabang bayi. Sekian hari kemudian sang ibu tidak terlihat lagi diruangan ini tanpa ada kejelasan. Pihak rumah sakit telah berusaha menghubungi lewat telpon dan ke alamat yang diberikan tetapi semuanya fiktif.

Demkian juga dua bayi yang lain bayi Munawaroh, yang keadaanya hampir sama dengan bayi Winda dan bayi Nurlela yang telah terbujur kaku dikamar jenazah, seluruh keterangan tentang keberadaan orang tuanya telah ditelusuri tetapi tetap tidak medapatkan hasil. Jika terlalu lama berdiam disini takutnhya bayi-bayi sehat ini menjadi tertular penyakit demikian kata ibu perawat.

Entah apa yang menjadi pemikiran orang yang telah tega menelantarkan bayi-bayi tak berdosa ini, apakah karena biaya atau karena aib hasil hubungan gelap atau ada hal yang lain.

Jika dikatakan karena masalah biaya, kan masih ada dinas sosial dan program JKBM dari gubernur Bali yang bisa dipergunakan untuk keringanan biaya perawatan di rumah sakit. Yang jelas tindakan ini sangat tidak manusiawi, tidak bisa dicari dimana letak pembenarannya.

Masih banyak pasangan yang telah lama menikah belum mempunyai keturunan sangat berharap mendapatkan karunia seorang jabang bayi dari Tuhan, mereka-mereka ini malah dengan seenaknya menelantarkan.

Maafkanlah ibumu ya nak, mungkin beliau merasa tak kuasa merawatmu hingga kamu besar, kelak jika kamu sudah dewasa dan memahami arti hidup hampirilah ibumu dan sayangilah beliau walau kamu tidak pernah mendapatkanya dari sejak pertama dilahirkan.
BACK

Baca Juga Yang Ini



1 comment: