Langsung ke konten utama

Ngayah Ke Pura Penataran Pande Tamblingan



Sabtu 12 Juni 2010 tempo hari saya ngayah ke Pura Penataran Pande Tamblingan atas ajakan saudara Pande saya Yande Putrawan lewat message Facebook. Pukul 06.45 pagi berangat dari rumah dengan janji bertemu di daerah Candikuning Bedugul karena saya memang tidak tahu lokasi Pura ini.

Sejam kemudian sampai di Candikuning saya kabari Yande rupanya dia masih dalam perjalanan, saya putuskan menunggu sambil iseng-iseng mengabadikan suasana danau Beratan pagi itu yang memang indah sekali, tiba-tiba ada yang meneriaki saya dari belakang, dua orang pengedara motor, saya coba fokus ah ternyata mereka adalah kerabat saya dari kampung yang akan ngayah kesana juga. Saya akhir-akhir ini memang jarang pulang kampung karena banyak kesibukan di kota jadi jarang bisa berkoordinasi hal begini.

Ngobrol sebentar, saya langsung minta nunut (membuntuti) ke lokasi. Sepanjang jalan pemandangan betul-betul indah. Perpaduan dua danau, Buyan dan Tamblingan dihiasai dengan gunung-gunung betul-betul sayang jika dilewatkan. Jalan menuju danau Tamblingan masih tergolong bagus, cuma dibeberapa titik banyak terdapat lubang. Di beberapa persimpangan juga terdapat papan penunjuk arah ke Pura Penataran Pande, jadi jika ada yang akan ngayah atau tangkil tidak perlu khawatir tersesat.

Hingga sampai di daerah danau Tamblingan jalan tidak ada masalah besar, semuanya bagus bahkan satu kilometer sebelum danau sudah berupa paving block, nah jalan akses menuju pura yang sedikit menyusahkan yaitu berupa tanah berbatu, cukup memerlukan perhatian dan kemampuan mengemudi diatas prima karena jika salah sedikit bisa menabrak pohon-pohon besar sepanjang jalan karena memang tempat ini masih berupa hutan atau bisa tergelincir ke danau.


kira-kira 15 menit berkendara off road begitu, sampailah di lokasi. Tempat parkir tidak ada masalah, landasannya kuat bukan lumpur tapi tanah keras dengan sisa-sisa semak habis dipotong, masuk kedalam, Pura ini ternyata bagus, pengerjaannya rapi, tempatnya lumayan luas dan lapang.


Bagian atap Pura yang berasap.

Sampai di jeroan, kami langsung dipandu untuk sembahyang sebelum bekerja, setelah selesai panca sembah, ketua rombongan yang saat itu dari MSWP Tabanan menjelaskan hal-hal apa saja yang akan dikerjakan. Begitu selesai kami langsung bekerja.

Saya yang saat itu bergabung dengan MSWP Tabanan membuat bale tempat banten disebelah pojok tenggara Pura (kira-kira), saya cukup bingung dengan arah angin disini untung membawa kompas. Sebentar kemudian Yande mengabarkan bahwa dia telah sampai dan sedang sembahyang, begitu selesai saya hampiri sebentar lalu kita ngobrol banyak hal, ini merupakan pertemuan kami. Banyak hal yang kita bicarakan mulai dari cerita bertema Pande hingga pekerjaan dan asal. Intinya Yande mengajak saya ikut meramaikan Yowana Paramarta Maha Semaya Warga Pande (YP-MSWP), dan turut dalam rembuh temu rasa di resto Ulam Segara keesokan harinya.

Tidak terasa matahari telah sampai di ubun-ubun, ketua rombongan kembali memberi arahan untuk istirahat dan makan siang, selesai makan siang kami kembali merapikan bale tadi, terus membersihkan sisa-sisa pekerjaan.

Pukul 13.30 acara ngayah ditutup, kami meninggalkan tempat, sepanjang jalan saya memuaskan hasrat untuk foto-foto, beberapa hasil nanti saya upload. Sekaian laporan perjalanan saya, tulisan ini dibuat atas dorongan dan arahan dari bli Pande Baik, yang saat rupanya sedang menjajal OS Android di Samsung Galaxy.

Terima kasih dorongannya bli, saya selalu berusaha agar bisa mempunya semangat ngeblog yang tetap tinggi seperti bli Pande.

foto-foto lainnya silahkan lihat di akun facebook saya:





BACK

Komentar

  1. Wih... dorongan dan arahan... care dadi Pak Kelian gen ne... :) Tulisannya mantap. Pesan satu lagi dong. Tulisan terkait Rencana Ngayah di Tamblingan tgl 20 Juni nanti. :)

    BalasHapus
  2. udh cocok bli pande baik jd kelian....
    ("kelian" bin dik uling blijunk.....heheheheh)
    blijunk,okeh bgt tulisannya....:)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artifact On an X-Ray

The following question was answered by an expert in the appropriate field:
Q
What does an artifact on an x ray mean? The first x ray (without sedation) showed a mass on the lymph nodes. The next x ray showed everything was fine. The doctor said the first one was an artifact.

A
In basic terms, an "artifact" on a diagnostic x-ray image is an area of the image that may look different from expected, although it is not necessarily something dealing with what is being imaged. An artifact may appear as light or dark spots, lines, fogging, specks, etc. They can be caused by motion, dirt on film, poor chemistry in a film processor, poor contact between the film and the cassette that holds the film, and so on. Types of artifacts may vary with the modality, for example, plain x-ray film, CT, or ultrasound, but the physician who interprets the image tries to make sure that false positive and false negative results are avoided. Ideally, the physician wants an image that contains no artifact…

Luka Tembak Di Kepala

Kejadian ini saat saya jaga malam di RS Sanglah tanggal 29 Juni 2010, sekitar pukul 22.00 datang seorang remaja dengan klinis luka tembak senapan angin di kepala, kata koas yang mengantar sebuah peluru tembus melalui kepala bagian belakang dan meninggalkan lubang di occipital.

Pasien dalam keadaan sadar baik, kepalanya dibalut perban. Segera saya lakukan ct scan kepala irisan axial sejajar OML. Mode yang saya pilih adalah Spiral dengan ketebalan irisan 5 mm, pitch 3 mm, maksudnya agar bisa di olah dengan baik oleh software nantinya.




Memang dalam irisan ct scan tampak gambaran beberapa proyektil peluru antra lain berada di petrosum dan beberapa bagian otaknya. Melalui pengukuran jarak saya dapatkan jarak antara lubang masuk peluru di occipital hingga proyektil terdalam di petrosum sejauh 12.4 cm, cukup jauh menurut saya kalau ini adalah hasil dari senapan angin. Saya dulu pernah terkena pentalan peluru di jari tangan tapi untungnya tidak menimbulkan luka, lecet pun tidak, cuma bengkak da…

Ulasan singkat Life's a Beach

Pukul 15.30 saya sampai ditempat acara yaitu pantai kuta di sebelah barat The Wave Bar. Begitu saya parkir motor, panitia sedang mengumumkan acara "Clean Up beach" yaitu menyusuri pantai sambil membawa kantong memunguti sampah non organik yang bertebaran disepanjang pantai, segera saja saya bergabung dalam gerombolan. Tampak Jerinx (SID) dan Bobby (SID) ikut dalam barisan sibuk memunguti sampah-sampah non organik yang memang dikenal tidak ramah lingkungan.

Disepanjang Pantai sore itu banyak terdapat kegiatan antara lain yang dapat saya ambil gambarnya adalah Demo Jual Beli Organ Tubuh di Cina oleh perkumpulan Falun Dafa. Tampak juga Demo Faun Dafa dengan sarana audio musik Cina yang tidak saya mengerti temanya.

Sampah yang dipungut oleh peserta kemudian dikumpulkan, lumayan banyak juga mendapat sampah non organik disepanjang pantai Kuta ini.

Acara selanjutnya diisi oleh Lonely King Low Rider yaitu parade naik sepeda keliling Kuta, acara ini diikuti juga oleh komunitas "Bi…