Custom Search

KUNJUNGI JUGA :

Blog Radiografer Indonesia

23 June 2010

Pertemuan Yowana Paramarta Pande di My Mart



Pertemuan kemarin malam 22 Juni 2010 di My Mart jalan Mahendradata selatan dengan semeton yowana paramarta betul-betul guyub, ceria, dan menyenangkan. Saya sendiri datang pukul 21.00 sangat telat dari undangan semula pukul 18.00, sebab saya harus mengisi jam di salah satu RS Swasta di Kuta, maap ya rekan-rekan (saudara harusnya). Agendanya adalah membahas kegiatan yang akan dilakukan semeton Yowana mulai dari awal karya di Pura Penataran Pande Tamblingan tanggal 24 Juni 2010 hingga nyineb tanggal 29 Juni 2010.

Saat saya datang semua semeton sudah kumpul, saling ngobrol dan bercanda, saya hanya jadi pelengkap saja sebetulnya, yang terlihat sibuk dan serius hanya Yande, Agus Pande dan Pande Bali. Dego sibuk facebookan dan kaik-kaik (triak-triak) nonton bola, Yulita sibuk main ramal dengan nyonyah Pande Bali, Novi sibuk benerin netbuknya,dan saya..saya sibuk ngobrol dengan Pande Lukis yang ternyata kawan dekat dari temen sekelas saya SMA yang juga guru gitar saya, si Didot gitaris Born By Mistake, band hardcore lokal yang lumayan terkenal. Pande Lukis ini adalah saudara dari Pande Bali yang diundang lewat sms, dia tidak punya akun facebook sama sekali, males katanya.

Ditengah acara kita memungut dana punia dari semeton yang hadir. Saya betul-betul salut dengan semangat medana punia semeton yowana pande, rata-rata mengeluarkan 100rb. Total terkumpul 850rb yang nanti pada tanggal 24 akan dibelikan beras, air minum mineral, gula kopi dan lain-lain, sesuai dengan permohonan ketua MSWP kepada kami yowana pande.

Jam 11 kurang 15 menit, Yande menutup pertemuan dengan kesimpulan :

1. Tanggal 24 akan berangkat tim beranggotakan Yande, Pande Bali dan Agus Pande yang membawa seluruh sumbangan. Berangkat pagi sekitar pukul 07.00

2. Tanggal 26 semeton yowana paramarta akan tangkil sore hari dan sekalian mekemit.

3. Untuk tanggal selanjutnya akan dibahas belakangan.

berikut foto-foto kegiatan yang saya ambil dari albumnya Pande Bali, kebetulan saat itu saya tidak membawa kamera.






BACK

Baca selengkapnya......

21 June 2010

Ngayah ke Tamblingan episode ke 2



Sembari mengomentari status FB semeton Pande yang menggunung dan derasnya hujaman notification, saya menulis catatan perjalanan ngayah yang kedua kalinya ini. Sangat sulit memang, apalagi ditambah jumlah pasien yang lumayan, ya betul saya menulisnya sambil kerja malam, akhirnya saya memerlukan dua hari untuk menyelesaikannya.

Sebelumnya sempat ada kabar pelaksanaan ngayah ini akan diundur karena semeton yang tangkil tidak banyak, terbukti reaksi Facebook sepi dan datar, akan tetapi last day akan berangkat semua dapat approve dan confirm untuk jadi berangkat, legalah rasanya untuk mengikuti acara besok karena yakin ada timpal disana yang diajak, dan memang kenyataannya membuat kita bahagia, yang datang jauh lebih banyak dari perkiraan.

Pagi hari pukul 7 saya sudah berjaga dengan dress yang mantap (setidak-tidaknya menurut saya) untuk menunggu adik yang rencananya akan datang menghampiri, kita janjian berangkat bareng kemaren malam. Sejak saya menikah kami pisah tempat tinggal, saya bersama keluarga kecil dan dia sama bapak dan ibunya (bapak ibu kita kale). Sampai setengah jam saya tunggu sambil ngupi dan ngempu orang ini tidak tampak batang hidungnya. Akhirnya jam 8 kurang dikit dia muncul tergopoh-gopoh menjelaskan kalo motornya mogok dan memang saat menuju kesini dia memakai motor bapak.

Segera kita berangkat dengan sedikit ngebut, tujuan pertama Candikuning menghampiri semeton yang stand by di Pura Ulun Danu Beratan, sepanjang jalan lalu lintas normal, namun sedikit padat mungkin karena hari ini hari minggu, biasanya dipake orang kota melali ke Budugul untuk rekreasi. Ditengah perjalanan kami mampir sebentar di sebuah minimarket di daerah Baturiti untuk apdet status (halah), dan beli stok makan siang dan minum karena memang sesuai arahan koordinator kita harus mandiri masalah perut sendiri-sendiri (setuju untuk ini), Saya pilih makan siang yang rada western dikit yaitu roti dan minuman kaleng.

Di Candikuning terlihat Dego dengan dua pendamping bajang jegeg yang saya tahu salah satunya Ryae Pande dan satunya lagi saya belum kenal, oh namanya Intan, jadi jelas setelah kita kenalan. Dego rupanya sedang menunggu Yande Putrawan dan Pande Bali yang lewat telpon bilang lagi beli ambu dan peralatan ngayah. Karena hari menginjak siang dan mulai sedikit panas, kami memutuskan berangkat duluan menuju lokasi nanti biar disusul mereka, kasian dua bajang jegeg yang diajak Dego mulai kegerahan (ngeles..padahal pingin cepet moto-moto danau).

Melewati jalan di atas danau Buyan saya tidak sabar ingin mengabadikan view menakjubkan yang tidak tiap hari bisa dilihat kalo lagi di kota (sok kota). Saya menepi di pinggiran jalan yang agak lapang sembari mengkode Dego untuk duluan saja. 10 menit kami foto-foto dan ngajumang ilmu jepret yang aslinya ga seberapa pintar, untuk hasilnya dapat dilihat di facebook, silahkan jika ingin berkunjung dan kasi komentar. Adik saya juga bercerita tentang jalan setapak dari Danau Buyan yang bisa tembus hingga danau Tamblingan, dia bahkan menunjukan arah-arahnya. Waktu SMA dia ekstra pencinta alam dan sering hiking dengan temen-temennya. Tidak ingin berlama-lama dan buang waktu perjalanan kami lanjutkan.

Sampailah paving blok yang merupakan jalan akses ke Danau Tamblingan. Saya bertemu Yande yang kebelet pipis, dia berada tepat di belakang kendaraan kami dan di depan ada truk sarat muatan bambu dengan tujuan yang sama. Truk memberi kami jalan duluan karena mereka tentu akan sangat lambat melawati jalan tanah berbatu itu (bijaksana banget pak Supir truk). Tidak sampai 10 menit jalan berbatu tersebut menunjukan ujungnya yaitu Pura Penataran Pande Tamblingan, tujuan kami dari awal.

Disana rupanya semeton Yowana Paramarta telah banyak yang duluan sampai, mereka bahkan telah bekerja mengolah bambu dikomandani oleh bli Pande Tamanbali. Dalam kerumunan terlihat juga bli Pande Baik dan rombongan, segera kami hampiri senior dan tukang kompor saya ngeblog itu. Kami ngobrol sebentar kemudian perhatian tertuju pada semeton Yowana dari Peliatan Ubud, kami kagum dan salut melihat kerja mereka, betul-betul menunjukan dedikasi tinggi terhadap warga (kasi jempol untuk bli Tamanbali dan pasukan). Tidak lama dengan bli Pande Baik saya lalu keliling untuk foto-foto, sok fotografer ceritanya sambil baca-baca buku karya Maha Semaya Warga Pande (MSWP) sambil mendengar cerita pak Dedes ketua MSWP saat ini

Matahari tak terasa telah sampai diatas ubun-ubun, pak Dedes memerintahkan untuk stop kerja dan segera makan siang di pewaregan. Sedikit malu-malu saya pergi ke pewarega beserta semeton semua. Makan siang dibuat oleh truni bajang jegeg semeton Pande, rasanya mantap dilidah saya, namun beberapa rekan bilang sambalnya sangat pedas, menurut mereka sangat cocok untuk udara dingin seperti disini, yang anget kan bibir doang,badan sih tetep kalo makan sambel gitu saya menimpali.

Selesai makan siang ada dialog yang di pimpin oleh pak Dedes, intinya tentang pembentukan Pura ini dan cerita dibelakangnya. Saya kurang terlalu mendengarkan, selain telat masuk ruang diskusi karena disuru jepret-jepret bajang jegeg di dapur juga duduk saya paling belakang sangat jauh dari pembicara. Pkir saya ah tunggu aja nanti tulisan bli Pande Baik atau Yande Putrawan

Kira-kira pukul 14.00 dialog selesai, lalu kami dipersilahkan mempmit jika ingin segera meninggalkan lokasi. Saya memilih untuk pergi ke pinggir danau karena dari atas jalan tempo hari dan tadi saya melihat ada pura di ujung danau ini, saya ingin tau pura apa kira-kira? Jalan menuju kesana masi berupa jalan setapak, tanah basah. Sebelum sampai ke pura tadi, banyak orang asli sana yang mancing dipinggir jalan oh rupanya ini spot mancing orang sini, dari sana saya naik sedikit sampailah ke pura tanpa papan naman itu. Saya jeprat-jepret sedikit untuk dokumentasi lalu saya segera balik. Keberadaan Pura tersebut saya tanyakan kepada pak Dedes, beliau bilang pura tadi adalah Pura Dalem Tambingan, what pura Dalem? saya terkejut, karena pura Dalem adalah pura tempat memuja Dewa Siwa dan biasanya ada di pinggir datau dekat kuburan (setra.

Pukul 14.15 saya bertolak ke Denpasar. Di Pasar bedugul jalanan macet penyebabnya apalagi kalo bukan orang mau belanja parkir sembarangan. Adik saya sempat menghardik seorang supir yang bikin macet karena kendaraannya parkir terlalu ketengah dari badan jalan. Pukul 16.15 saya sampai di rumah tanpa oleh-oleh hanya membawa cerita dan foto.

Hasil foto dapat dilihat di album Facebook saya. Kapan-kapan saya taruh sebagian disini, namun untuk sekarang cukup segini dulu, bentar lagi saya mau kerja.
BACK

Baca selengkapnya......

18 June 2010

Ngayah Lagi Ke Tamblingan



Setelah rapat kedua dalam agenda pembentukan Yowana Paramarta Maha Semaya Warga Pande (YP-MSWP) yang diadakan tanggal 13 Juni 2010 bertempat di Ulam Segara Jln Drupadi 1 Renon, didapatkan kemufakatan untuk ngayah bersama hari minggu tanggal 20 Juni 2010 ke Pura Penataran Pande Tamblingan, hal ini dimaksudkan agar kita dapat ngaturang ayah sebelum terlaksananya acara puncak pemlaspasan tanggal 26 Juni 2010.

Oleh karena itu kami mengajak rekan-rekan semua semeton warga Pande terutama yang masih Yowana (muda-mudi) untuk ikut serta dalam acara ngayah ini. Besar harapan agar banyak semeton Yowana dapat turut serta karena masi banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Sesuai laporan bli Pande Tamanbali lewat Facebook, pekerjaan yg akan dikerjakan antara lain menghias penjor, masang ambu, mungkin juga tedung, kober dll. Selain itu juga kita dapat bersama-sama saling berkenalan sesama semeton Pande agar terjadi rasa keakraban diantara kita.

Untuk teknis keberangkatan sesuai dengan arahan yang ditulis Yande Putrawan dalam facebook saya copas aja dibawah :
--

Adapun Teknis keberangkatan adalah :
- agar sudah bisa berkumpul pada pukul 8 pagi di Pura Danau Beratan (obyek wisata) dan dari sana akan berangkat bersama menuju pura.
- menggunakan kendaraan diluar sedan mengingat kondisi jalan menuju pura belum beraspal, disarankan jeep atau mobil profil tinggi.
- agar tidak memberatkan panitia di lokasi, diharapkan semeton berkenan menyiapkan sedikit konsumsi, minimal nasi bungkus untuk diri sendiri dan semeton yang diajak bareng;
- membawa peralatan ringan seperti blakas atau mutik atau bisa juga ember dan sekop untuk membentuk badan jalan menuju Pura.
- Pakaian adat ringan.
demikian kami sampaikan, besar harapan kami semeton semua bisa tangkil untuk menunjukkan kebersatuan sesama semeton pande.

===

Untuk acara rapat tempo hari, semeton yang datang melonjak tiga kali lipat dari rapat sebelumnya yaitu sebanyak 17 Orang, suasana sangat hangat, ceria, banyak masukan dan cerita tentang Pande yang didapat. Berikut saya tampilkan semeton yang datang saat itu : Yande Putrawan, Pande Pratama, bli Pande Baik, Pande Pradipta, Dego Pande Suryantara, Pande Budi Rianita, bli Kadek Suwerta, bli Wayan Suprapta, bli Pande Tamanbali, djeng Pande Novi, Kadek Pande, Pande Sudiastari, saya sendiri, Pande Putu Yadnya, Pande Nypoetu, dan Pande Yasa. Sekalian saya sertakan link facebook mereka, jadi semeton semua dapat berkontak langsung dengan mereka.

Sedikit foto-foto acara tersebut :



BACK

Baca selengkapnya......

Pura Penataran Pande Tamblingan Dalam Google Earth



Untuk mengetahui pandangan dari atas lokasi pura ini saya coba-coba lihat lewat google earth (GE), ternyata berdasarkan citra terakhir pada GE, foto tersebut diambil pada 26 September 2004, setengah terkesima saya pun bereksplorasi lebih jauh "apa sih yang ada pada kawasan tersebut sebelum dibuat pura yang bagus dan luas seperti sekarang?" begitu pertanyaan yang terbersit dalam hati.

Akhirnya gambar inilah yang saya dapatkan :


Loksai Pura Penataran Pande Tamblingan dari jarak 87m. Adakah yang melihat Pura atau tugu?


Diambil dari jarak 320 m


dari jarak 544 m. Tampak lokasi berada di ujung timur danau Tamblingan.


Jalan akses menuju Pura yang sekarang masih berupa tanah berbatu sejauh 1,8km


Lokasi Pura dari jari 3,61 km. Tampak daerah bedugul dan sekitarnya.


Ternyata pada tanggal diambilnya gambar ini, lokasi Pura masih berupa padang rumput. Saya tidak melihat ada tugu atau bahkan pura kecil dengan jelas. Mungkin situs Pande tersebut terdapat pada pohon besar yang berada di belakang Pura yang sekarang. Jika demikian adanya memang GE tidak bisa menemukannya, sebab foto GE tidak bisa menembus pepohonan.

Atau ada rekan-rekan yang mungkin mempunyai informasi tambahan mengenai tempat ini, mohon kesediaannya berbagi.
BACK

Baca selengkapnya......

15 June 2010

Ngayah Ke Pura Penataran Pande Tamblingan



Sabtu 12 Juni 2010 tempo hari saya ngayah ke Pura Penataran Pande Tamblingan atas ajakan saudara Pande saya Yande Putrawan lewat message Facebook. Pukul 06.45 pagi berangat dari rumah dengan janji bertemu di daerah Candikuning Bedugul karena saya memang tidak tahu lokasi Pura ini.

Sejam kemudian sampai di Candikuning saya kabari Yande rupanya dia masih dalam perjalanan, saya putuskan menunggu sambil iseng-iseng mengabadikan suasana danau Beratan pagi itu yang memang indah sekali, tiba-tiba ada yang meneriaki saya dari belakang, dua orang pengedara motor, saya coba fokus ah ternyata mereka adalah kerabat saya dari kampung yang akan ngayah kesana juga. Saya akhir-akhir ini memang jarang pulang kampung karena banyak kesibukan di kota jadi jarang bisa berkoordinasi hal begini.

Ngobrol sebentar, saya langsung minta nunut (membuntuti) ke lokasi. Sepanjang jalan pemandangan betul-betul indah. Perpaduan dua danau, Buyan dan Tamblingan dihiasai dengan gunung-gunung betul-betul sayang jika dilewatkan. Jalan menuju danau Tamblingan masih tergolong bagus, cuma dibeberapa titik banyak terdapat lubang. Di beberapa persimpangan juga terdapat papan penunjuk arah ke Pura Penataran Pande, jadi jika ada yang akan ngayah atau tangkil tidak perlu khawatir tersesat.

Hingga sampai di daerah danau Tamblingan jalan tidak ada masalah besar, semuanya bagus bahkan satu kilometer sebelum danau sudah berupa paving block, nah jalan akses menuju pura yang sedikit menyusahkan yaitu berupa tanah berbatu, cukup memerlukan perhatian dan kemampuan mengemudi diatas prima karena jika salah sedikit bisa menabrak pohon-pohon besar sepanjang jalan karena memang tempat ini masih berupa hutan atau bisa tergelincir ke danau.


kira-kira 15 menit berkendara off road begitu, sampailah di lokasi. Tempat parkir tidak ada masalah, landasannya kuat bukan lumpur tapi tanah keras dengan sisa-sisa semak habis dipotong, masuk kedalam, Pura ini ternyata bagus, pengerjaannya rapi, tempatnya lumayan luas dan lapang.


Bagian atap Pura yang berasap.

Sampai di jeroan, kami langsung dipandu untuk sembahyang sebelum bekerja, setelah selesai panca sembah, ketua rombongan yang saat itu dari MSWP Tabanan menjelaskan hal-hal apa saja yang akan dikerjakan. Begitu selesai kami langsung bekerja.

Saya yang saat itu bergabung dengan MSWP Tabanan membuat bale tempat banten disebelah pojok tenggara Pura (kira-kira), saya cukup bingung dengan arah angin disini untung membawa kompas. Sebentar kemudian Yande mengabarkan bahwa dia telah sampai dan sedang sembahyang, begitu selesai saya hampiri sebentar lalu kita ngobrol banyak hal, ini merupakan pertemuan kami. Banyak hal yang kita bicarakan mulai dari cerita bertema Pande hingga pekerjaan dan asal. Intinya Yande mengajak saya ikut meramaikan Yowana Paramarta Maha Semaya Warga Pande (YP-MSWP), dan turut dalam rembuh temu rasa di resto Ulam Segara keesokan harinya.

Tidak terasa matahari telah sampai di ubun-ubun, ketua rombongan kembali memberi arahan untuk istirahat dan makan siang, selesai makan siang kami kembali merapikan bale tadi, terus membersihkan sisa-sisa pekerjaan.

Pukul 13.30 acara ngayah ditutup, kami meninggalkan tempat, sepanjang jalan saya memuaskan hasrat untuk foto-foto, beberapa hasil nanti saya upload. Sekaian laporan perjalanan saya, tulisan ini dibuat atas dorongan dan arahan dari bli Pande Baik, yang saat rupanya sedang menjajal OS Android di Samsung Galaxy.

Terima kasih dorongannya bli, saya selalu berusaha agar bisa mempunya semangat ngeblog yang tetap tinggi seperti bli Pande.

foto-foto lainnya silahkan lihat di akun facebook saya:





BACK

Baca selengkapnya......