Langsung ke konten utama

Siaran di Bali FM



Deg-degan itu perasaan saya waktu pertama kali menghadapi corong microphone radio Bali FM. Minggu 29 November 2009 kemarin saya didaulat untuk mengisi program acara BBC di Radio Bali FM yang rutin diselenggarakan setiap Hari Minggu pukul 19.00-20.00. Untuk minggu ini saya dan dokter Okanegara mendapat gantian siaran. Tema kali ini "Blog Kesehatan di Bali Blogger Community (BBC).

Pukul 7 malam kurang 15 menit saya telah tiba distudio, selang 5 menit kemudian Winarto sang komandang siaran telah menimpali saya. Kami foto-foto dan ngobrol menunggu jam siar, tepat pukul 19.00 dokter Okanegara tiba, kami langsung masuk studio. Nana penyiar in charge malam itu langsung memperkenalkan kami kepada pendengar setia Bali FM dengan suara emasnya.

Gelagapan juga mendapat serangan tiba-tiba seperti itu. Karena memang kemampuan cuap-cuap saya apa adanya, untung ada pakar sekelas dokter Okanegara menimpali saya siaran malam itu, beliau banyak membantu saya melewati jam siar dengan selamat dan tidak mengumbar malu lebih banyak. Trims banyak dok.

Siaran satu jam tersebut cuma diisi istarahat sekali pada menit ke 30 sekitar 5 menit dengan lagu-lagu dan iklan. Selebihnya diskusi dan terima telepon. Ada dua orang penelpon saat itu yaitu Eka Dirgantara dan Bli Made 'Devari' Suardana. Trims Guys.

Eka Dirgantara saat itu bertanya acara apa yang dilakukan saat hari AIDS 1 Desember. Bli Devari bertanya bagaimana perlakuan terhadap pasien sesama blogger, apa untungnya bagi mereka. Kira-kira demikian, saya kurang konsentrasi sebab terlalu memikirkan kata-kata yang akan dikeluarkan selanjutnya. Maklum penyiar pemula gadungan. Lagi-lagi untung dokter Okanegara dapat mengakomodasi pertanyaan tersebut dengan baik. Saya hanya dapat menjawab sedikit pertanyaan bli Devari yaitu perlakuan pasti berbeda terhadap orang yang kita kenal terlebih-lebih kenal lewat dunia maya. Dan ngeblog juga dapat mengkomersialkan tempat kerja kita, cukup dengan ajakan simpel dunia maya "Mari priksa ditempat saya!" itu sudah menambah keuntungan empat kerja.

Pukul 20.08 Nana mengakhiri diskusi karena memang jatah siaran sampai pukul 20.00, ini sudah lebih 8 menit dari ketentuan. Waktu jadi terasa berjalan lebih cepat ditempat itu, saking menikmati pacuan adrenalin dan urat malu.

Terima kasih BBC (Bali Blogger Community). Jika ada kesempatan siaran lagi, saya dengan senang hati menerimanya. :)



BACK

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artifact On an X-Ray

The following question was answered by an expert in the appropriate field:
Q
What does an artifact on an x ray mean? The first x ray (without sedation) showed a mass on the lymph nodes. The next x ray showed everything was fine. The doctor said the first one was an artifact.

A
In basic terms, an "artifact" on a diagnostic x-ray image is an area of the image that may look different from expected, although it is not necessarily something dealing with what is being imaged. An artifact may appear as light or dark spots, lines, fogging, specks, etc. They can be caused by motion, dirt on film, poor chemistry in a film processor, poor contact between the film and the cassette that holds the film, and so on. Types of artifacts may vary with the modality, for example, plain x-ray film, CT, or ultrasound, but the physician who interprets the image tries to make sure that false positive and false negative results are avoided. Ideally, the physician wants an image that contains no artifact…

Luka Tembak Di Kepala

Kejadian ini saat saya jaga malam di RS Sanglah tanggal 29 Juni 2010, sekitar pukul 22.00 datang seorang remaja dengan klinis luka tembak senapan angin di kepala, kata koas yang mengantar sebuah peluru tembus melalui kepala bagian belakang dan meninggalkan lubang di occipital.

Pasien dalam keadaan sadar baik, kepalanya dibalut perban. Segera saya lakukan ct scan kepala irisan axial sejajar OML. Mode yang saya pilih adalah Spiral dengan ketebalan irisan 5 mm, pitch 3 mm, maksudnya agar bisa di olah dengan baik oleh software nantinya.




Memang dalam irisan ct scan tampak gambaran beberapa proyektil peluru antra lain berada di petrosum dan beberapa bagian otaknya. Melalui pengukuran jarak saya dapatkan jarak antara lubang masuk peluru di occipital hingga proyektil terdalam di petrosum sejauh 12.4 cm, cukup jauh menurut saya kalau ini adalah hasil dari senapan angin. Saya dulu pernah terkena pentalan peluru di jari tangan tapi untungnya tidak menimbulkan luka, lecet pun tidak, cuma bengkak da…

Ulasan singkat Life's a Beach

Pukul 15.30 saya sampai ditempat acara yaitu pantai kuta di sebelah barat The Wave Bar. Begitu saya parkir motor, panitia sedang mengumumkan acara "Clean Up beach" yaitu menyusuri pantai sambil membawa kantong memunguti sampah non organik yang bertebaran disepanjang pantai, segera saja saya bergabung dalam gerombolan. Tampak Jerinx (SID) dan Bobby (SID) ikut dalam barisan sibuk memunguti sampah-sampah non organik yang memang dikenal tidak ramah lingkungan.

Disepanjang Pantai sore itu banyak terdapat kegiatan antara lain yang dapat saya ambil gambarnya adalah Demo Jual Beli Organ Tubuh di Cina oleh perkumpulan Falun Dafa. Tampak juga Demo Faun Dafa dengan sarana audio musik Cina yang tidak saya mengerti temanya.

Sampah yang dipungut oleh peserta kemudian dikumpulkan, lumayan banyak juga mendapat sampah non organik disepanjang pantai Kuta ini.

Acara selanjutnya diisi oleh Lonely King Low Rider yaitu parade naik sepeda keliling Kuta, acara ini diikuti juga oleh komunitas "Bi…