Custom Search

KUNJUNGI JUGA :

Blog Radiografer Indonesia

29 December 2009

Meriam Karbit dan Tahun Baru.


Tahun baru sudah dekat, anak-anak kampung sini sudah mulai riuh dengan berbagai permainan ledakan,mulai dari kembang api hingga meriam karbit, tapi saya cenderung tertarik dengan alat ledak yang anak sini biasa menyebutnya dengan "Lom", yaitu meriam karbit dari botol bekas minuman mineral, selain kesederhanaan alatnya suaranya juga lumayan memuaskan daya dengar, hanya bermodal botol plastik minuman mineral ukuran bebas, air, pecahan kecil karbit dan api.

Saya baru menemukan benda ini disini, awalnya saya tidak yakin bakal dapat hasil yang memuaskan, karena dilihat dari strukturnya yang rigid saya sekali pikir ledak botol plastik ini bakal hancur berkeping-keping eh ternyata salah, botol itu kuat sekali hingga berpuluh-puluh ledakan dan berkeping-keping karbit, hingga akhirnya alat terebut rusak menciut karena panas bukan hancur karena ledakan

Saya tidak akan jelaskan cara membuatnya disini karena itu akan melanggar hukum. Permainan seperti ini harus sembunyi-sembunyi memainkannya sebab konon katanya tergolong pelangaran terhadap kenyamanan umum. Anak-anak disini pun suka kucing-kucingan meledakan Lom ini, beberapa tetangga memang kurang suka kami bermain beginian.

Pesona permainan ini menyebabkan saya harus searching goggle apa itu karbit dan bagaimana reaksi kimianya, darimana ledakan itu berasal. Waktu SMA dulu saya kurang memperhatikan pelajaran ini atau memang tidak masuk kurikulum ya? Entahlah. Beginilah hasil googling saya, rupanya karbit berasal dari gabungan batu kapur dan batu bara yang disintesa sehingga menjadi batu karbit. Batu karbit yang bereaksi dengan air akan mengeluarkan gas bernama asetilen yang sangat mudah terbakar dan jika ditampung secara bersama lalu diberi panas gas tersebut akan terbakar seketika menghasilkan ledakan.

Saya kemudian searching toko yang menjual karbit kiloan tapi ternyata hasilnya nihil di daerah Denpasar.

Jika rekan-rekan ada yang tahu tolong kabarin ya. Trims banyak sebelumnya.
BACK

Baca Juga Yang Ini



No comments:

Post a Comment