Custom Search

KUNJUNGI JUGA :

Blog Radiografer Indonesia

02 November 2008

Mengintip Kuta Tempo Doeloe


Image Hosting by Picoodle.com

Mungkin tidak akan terpikirkan bagi saya, bahwa dulunya Kuta merupakan hutan tempat pembuangan dan pelarian orang-orang Bali yang melakukan kesalahan terhadap penguasa dan berbagai masalah lain pada jaman tersebut, terbukti menurut pak Budi seorang tokoh adat Kuta, disebutkan bahwa di daerah Kuta ini tidak terdapat Pura Ibu seperti umumnya desa-desa lain di Bali, karena memang orang Kuta sejatinya bukan orang asli dari daerah sini, mereka semua dulunya adalah pendatang.

Keadaan Kuta kemudian berubah dari yang dulunya hutan menjadi pelabuhan ekonomi dan sentra perdagangan Bali Selatan, setelah Mads Johansen Lange yang lebih dikenal dengan nama Tuan Lange seorang pedagang dan pelaut dari Denmark datang ke Kuta sekitar tahun 1839. Disaat Belanda sangt sulit menembus daerah selatan Bali, Tuan Lange sudah melakukan transaksi jual beli dengan penduduk lokal dan mengirimkan produk asli Bali seperti Kopi, Tembakau dan lain-lain ke luar negeri begitu sebaliknya. Dengan catatan-catatannya tentang Bali Tuan Lange juga dapat meletakan Bali dalam peta perdagangan internasional dan tempat wisata yang sangat indah.

Dikatakan pula bahwa saat itu Kuta mendapat julukan Land of Freedom atau tanah kebebasan dari bangsa pendatang, mengapa disebut demikian karena orang-orang asing yang datang kedaerah ini bebas melakukan apa saja dengan aman dan tanpa gangguan terutama kegiatan memakai candu dan barang terlarang lainnya, mereka dengan santainya mengkonsumsi barang memabukan tersebut di tempat mereka tinggal atau sepanjang pantai. Kebiasaan buruk inilah yang menular sedikit demi sedikit kepada pemuda lokal saat itu.

Sentra pelabuhan ekonomi tempat arus keluar masuk barang-barang dagangan kala itu adalah pantai Segara atau oleh masyarakat sekarang dikenal dengan nama pantai Jerman, dinamakan pantai Jerman karena pernah dijadikan perumahan para teknisi Jerman saat pembangunan Bandara Ngurah Rai. Letak pantai yang saat ini sedang direklamasi bersebelahan dengan hotel Patra Jasa Jalan Kartika Plaza. Dulunya pantai berpasir putih dan berombak kecil ini bernama pasih perahu dinamakan demikian karena dulu ada perahu dagang yang terdampar didaerah ini, kemudian ditarik keluar dan ajaibnya dari tempat terdamparnya muncul mata air yang ada sampai sekarang dan diabadikan dalam bentuk pura yang bernama pura Beji, uniknya pusat mata air dalam pura Beji ini dibentuk menyerupai buritan sebuah perahu layar.

Kuta juga merupakan bukti nyata indahnya akulturasi berbagai macam kebudayan, mulai dari kebudayan Bali yang beraneka ragam, kebudayaan Asing, hingga kebudayaan Tionghoa yang membawa agama Budha dalam perkembaangnya. Untuk mengetahui secara mendalam proses akulturai ini, Vihara Darmayana yang terletak di Jalan Singosari adalah lokasi yang cocok. Terlihat dari Arsitektural bangunan vihara ini yang dominan Taiwan-Cina, kemudian terdapat adat Bali dalam upacara agamanya dan ajaran Budha dalam kepercayaannya. Pelaksaanaan kehidupan sosial masyarakatnya pun demikian damainya. Mereka dapat berinteraksi dan menyatu dalam kehidupan adat masyarakat Bali yang kental dengan gotong royong dan saling tolong menolong.

Demikian sekelumit catatan yang saya rangkum saat mengikuti field trip Blogger Day Out Kuta Karnival Bersama Bali Blogger Community Sabtu 18 Oktober 2008. Catatan ini seharusnya selesai sebelum tanggal 31 Oktober 2008, tetapi oleh karena berbagai sebab baru bisa ditampilkan hari ini.

Image Hosting by Picoodle.com
Pantai Jerman

Image Hosting by Picoodle.com
Percaya atau tidak, dulunya tempat ini adalah pelabuhan dan perumahan orang Jerman.

Image Hosting by Picoodle.com
Pura Beji dengan sumber air berbentuk perahu

Image Hosting by Picoodle.com
Di Dalam Vihara Darmayana

Baca Juga Yang Ini



5 comments:

  1. Sip, inilah yang dilombakan. Tunggu penjuriannya ya bli. Thanks atas partisipasinya.

    ReplyDelete
  2. Makasi mas Hendra, maap baru bisa upload, telat dari jadual seharusnya, tulisan juga seadanya.
    Video fieldtrip masi di tempat saya. Jadi dipakai?

    ReplyDelete
  3. semoga menang, bli! jadi kita bisa makan2.... hehehehe

    ReplyDelete
  4. bli junk, sy usul dikit ya
    kalo dibuatin panduan bekelana di bali backpacker (yg murah meriah) bisa gak ya?

    ReplyDelete
  5. @Fenny : Hihi mana mungkin menang djeng, gak pandai nulis liputan. Paling kamu yang menang Fen...kita makan berdua yuk ditempat yang sepi..

    @Adhit Kur : Udah banyak yang nulis beginian bro, coba aja main ke Blog mba Fenny (www.blog.ajaib.us) ini, ada kok panduan yang kamu cari, lengkap malah. Kenapa nanya beginian, mau main ke Bali ya?

    ReplyDelete