Custom Search

KUNJUNGI JUGA :

Blog Radiografer Indonesia

18 September 2008

Teh Celup Berbahaya


Pagi ini seperti biasa saya menyedot email yang rata-rata berjumlah lebih dari seratus per harinya, biasanya email tadi saya baca pada tengah hari secara offline dengan santai, tetapi kali ini saya tertarik membaca sampai habis salah satu email yang  isinya menurut saya cukup penting bagi kesehatan. Isi lengkap email dapat dibaca dibagian bawah, silahkan rekan-rekan memberi komentar, semoga apa yang diceritakan dalam email tersebut berbeda dari kenyataan. Buat pengusaha dan industri yang berkecimpung didalamnya mohon jangan emosi menanggapi tulisan ini, jangan seperti apa yang dialami rekan saya sesama blogger mendapat ancaman tuntutan.
------

Hati-hati dengan Teh Celup : BERBAHAYA

 
Buat yang pernah berkunjung ke pabrik kertas/pulp, mungkin tahu bahwa
chlorine ini adalah senyawa kimia yang sangat jahat dengan lingkungan
dan manusia, khususnya dapat menyerang syaraf dsb! Dari kejauhan pabrik
mudah dilihat jika ada asap berwarna kuning yang mengepul dari pabrik,
itu bukan asap biasa tapi chlorine gas.

 
Makanya industri ini mendapat serangan hebat dari LSM lingkungan karena hal di
atas disamping juga masalah kehutanan. Kertas terbuat dari bubur pulp yang berwarna coklat tua kehitaman. Agar serat berwarna putih, diperlukan sejenis bahan pengelantang (sejenis rinso/baycline) senyawa chlorine yang kekuatan sangat keras sekali!

Kertas sama dengan kain, karena memiliki serat. Kalau anda mo uji bener apa
tidaknya, silahkan coba nanti malam bawa tissue ke Studio East(diskotek)atau ke studio foto, lihatlah tissue akan mengeluarkan cahaya saat kena sinar ultravioletn dari lampu disco! Berarti masih mengandung chlorine tinggi.

Kalau di negara maju, produk ini harus melakukan proses Neutralization dgn biaya cukup mahal agar terbebas dari chlorine dan dapet label kesehatan. Tissue atau kertas makanan dari negera maju yang dapet label Depkesnya tidak
bakalan mengeluarkan cahaya tsb saat kena UV. Kertas rokok samimawon, bahkan ada calsium carbonat agar daya bakarnya sama dengan tembakau dan akan terurai jadi CO saat dibakar. Di Indonesia tidak ada yang kontrol, jadi harap berhati-hati.

Pls protect your families!
 
Minumlah Teh, Bukan Klorin...
 
Saran:

Kembali minum teh tubruk ala kampung lagi..! Pake saputangan 'merah jambu' lagi
biar mesra! Merokok dengan daun atau cangklong lagi! atau for advance
tinggalkan Rokok sama sekali Back to 60's style....he. ..he...he
Minumlah Teh, Bukan Klorin...

Anda gemar minum teh? Dan, sebagai manusia modern Anda tentu suka segala sesuatu yang praktis, kan ? Nah, Anda tentu sering minum teh menggunakan teh celup. Selain karena suka rasa teh, mungkin Anda minum teh karena yakin akan berbagai khasiat teh. Misalnya, teh merah untuk relaksasi, teh hitam untuk pencernaan, atau teh hijau untuk melangsingkan tubuh. Namun, apa Anda terbiasa mencelupkan kantong teh celup berlama-lama?
 
Mungkin, pikir Anda, semakin lama kantong teh dicelupkan dalam air panas, makin banyak khasiat teh tertinggal dalam minuman teh...Padahal, yang terjadi justru sama sekali berbeda! Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup akan larut. Apalagi jika Anda mencelupkan kantong teh lebih dari 3 - 5 menit.

Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas. Fungsinya, disinfektan kertas, hingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga.

Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker.

Nah, mulai sekarang, jangan biarkan teh celup Anda tercelup lebih dari 5 menit. Atau, kembali ke cara yang sedikit repot, gunakan daun teh.
 
Kirimkan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi dan anda cintai...bila Anda masih peduli kepada mereka
-------

Baca Juga Yang Ini



5 comments:

  1. Thx infonya, saya dan keluarga minum teh celup biasanya :)

    ReplyDelete
  2. @Nike : Semoga kertas teh celup tidak seperti yang diceritakan diatas. Saya juga konsumen rutin teh celup.

    ReplyDelete
  3. Wah, makasih infonya, baru tahu dech.... kenapa ya gak ditulis "celup 2 menit lalu angkat"

    ReplyDelete
  4. @Lina : Kalo tulis gitu semua masyarakat pasti tambah takut beli Teh Celup.

    ReplyDelete
  5. WAh........skrg apa ya yg bhaya...
    kyaknya cm back to nature aj yg gk bahaya *_*

    ReplyDelete