Langsung ke konten utama

Teh Celup Berbahaya


Pagi ini seperti biasa saya menyedot email yang rata-rata berjumlah lebih dari seratus per harinya, biasanya email tadi saya baca pada tengah hari secara offline dengan santai, tetapi kali ini saya tertarik membaca sampai habis salah satu email yang  isinya menurut saya cukup penting bagi kesehatan. Isi lengkap email dapat dibaca dibagian bawah, silahkan rekan-rekan memberi komentar, semoga apa yang diceritakan dalam email tersebut berbeda dari kenyataan. Buat pengusaha dan industri yang berkecimpung didalamnya mohon jangan emosi menanggapi tulisan ini, jangan seperti apa yang dialami rekan saya sesama blogger mendapat ancaman tuntutan.
------

Hati-hati dengan Teh Celup : BERBAHAYA

 
Buat yang pernah berkunjung ke pabrik kertas/pulp, mungkin tahu bahwa
chlorine ini adalah senyawa kimia yang sangat jahat dengan lingkungan
dan manusia, khususnya dapat menyerang syaraf dsb! Dari kejauhan pabrik
mudah dilihat jika ada asap berwarna kuning yang mengepul dari pabrik,
itu bukan asap biasa tapi chlorine gas.

 
Makanya industri ini mendapat serangan hebat dari LSM lingkungan karena hal di
atas disamping juga masalah kehutanan. Kertas terbuat dari bubur pulp yang berwarna coklat tua kehitaman. Agar serat berwarna putih, diperlukan sejenis bahan pengelantang (sejenis rinso/baycline) senyawa chlorine yang kekuatan sangat keras sekali!

Kertas sama dengan kain, karena memiliki serat. Kalau anda mo uji bener apa
tidaknya, silahkan coba nanti malam bawa tissue ke Studio East(diskotek)atau ke studio foto, lihatlah tissue akan mengeluarkan cahaya saat kena sinar ultravioletn dari lampu disco! Berarti masih mengandung chlorine tinggi.

Kalau di negara maju, produk ini harus melakukan proses Neutralization dgn biaya cukup mahal agar terbebas dari chlorine dan dapet label kesehatan. Tissue atau kertas makanan dari negera maju yang dapet label Depkesnya tidak
bakalan mengeluarkan cahaya tsb saat kena UV. Kertas rokok samimawon, bahkan ada calsium carbonat agar daya bakarnya sama dengan tembakau dan akan terurai jadi CO saat dibakar. Di Indonesia tidak ada yang kontrol, jadi harap berhati-hati.

Pls protect your families!
 
Minumlah Teh, Bukan Klorin...
 
Saran:

Kembali minum teh tubruk ala kampung lagi..! Pake saputangan 'merah jambu' lagi
biar mesra! Merokok dengan daun atau cangklong lagi! atau for advance
tinggalkan Rokok sama sekali Back to 60's style....he. ..he...he
Minumlah Teh, Bukan Klorin...

Anda gemar minum teh? Dan, sebagai manusia modern Anda tentu suka segala sesuatu yang praktis, kan ? Nah, Anda tentu sering minum teh menggunakan teh celup. Selain karena suka rasa teh, mungkin Anda minum teh karena yakin akan berbagai khasiat teh. Misalnya, teh merah untuk relaksasi, teh hitam untuk pencernaan, atau teh hijau untuk melangsingkan tubuh. Namun, apa Anda terbiasa mencelupkan kantong teh celup berlama-lama?
 
Mungkin, pikir Anda, semakin lama kantong teh dicelupkan dalam air panas, makin banyak khasiat teh tertinggal dalam minuman teh...Padahal, yang terjadi justru sama sekali berbeda! Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup akan larut. Apalagi jika Anda mencelupkan kantong teh lebih dari 3 - 5 menit.

Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas. Fungsinya, disinfektan kertas, hingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga.

Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker.

Nah, mulai sekarang, jangan biarkan teh celup Anda tercelup lebih dari 5 menit. Atau, kembali ke cara yang sedikit repot, gunakan daun teh.
 
Kirimkan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi dan anda cintai...bila Anda masih peduli kepada mereka
-------

Komentar

  1. Thx infonya, saya dan keluarga minum teh celup biasanya :)

    BalasHapus
  2. @Nike : Semoga kertas teh celup tidak seperti yang diceritakan diatas. Saya juga konsumen rutin teh celup.

    BalasHapus
  3. Wah, makasih infonya, baru tahu dech.... kenapa ya gak ditulis "celup 2 menit lalu angkat"

    BalasHapus
  4. @Lina : Kalo tulis gitu semua masyarakat pasti tambah takut beli Teh Celup.

    BalasHapus
  5. WAh........skrg apa ya yg bhaya...
    kyaknya cm back to nature aj yg gk bahaya *_*

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artifact On an X-Ray

The following question was answered by an expert in the appropriate field:
Q
What does an artifact on an x ray mean? The first x ray (without sedation) showed a mass on the lymph nodes. The next x ray showed everything was fine. The doctor said the first one was an artifact.

A
In basic terms, an "artifact" on a diagnostic x-ray image is an area of the image that may look different from expected, although it is not necessarily something dealing with what is being imaged. An artifact may appear as light or dark spots, lines, fogging, specks, etc. They can be caused by motion, dirt on film, poor chemistry in a film processor, poor contact between the film and the cassette that holds the film, and so on. Types of artifacts may vary with the modality, for example, plain x-ray film, CT, or ultrasound, but the physician who interprets the image tries to make sure that false positive and false negative results are avoided. Ideally, the physician wants an image that contains no artifact…

Luka Tembak Di Kepala

Kejadian ini saat saya jaga malam di RS Sanglah tanggal 29 Juni 2010, sekitar pukul 22.00 datang seorang remaja dengan klinis luka tembak senapan angin di kepala, kata koas yang mengantar sebuah peluru tembus melalui kepala bagian belakang dan meninggalkan lubang di occipital.

Pasien dalam keadaan sadar baik, kepalanya dibalut perban. Segera saya lakukan ct scan kepala irisan axial sejajar OML. Mode yang saya pilih adalah Spiral dengan ketebalan irisan 5 mm, pitch 3 mm, maksudnya agar bisa di olah dengan baik oleh software nantinya.




Memang dalam irisan ct scan tampak gambaran beberapa proyektil peluru antra lain berada di petrosum dan beberapa bagian otaknya. Melalui pengukuran jarak saya dapatkan jarak antara lubang masuk peluru di occipital hingga proyektil terdalam di petrosum sejauh 12.4 cm, cukup jauh menurut saya kalau ini adalah hasil dari senapan angin. Saya dulu pernah terkena pentalan peluru di jari tangan tapi untungnya tidak menimbulkan luka, lecet pun tidak, cuma bengkak da…

Ulasan singkat Life's a Beach

Pukul 15.30 saya sampai ditempat acara yaitu pantai kuta di sebelah barat The Wave Bar. Begitu saya parkir motor, panitia sedang mengumumkan acara "Clean Up beach" yaitu menyusuri pantai sambil membawa kantong memunguti sampah non organik yang bertebaran disepanjang pantai, segera saja saya bergabung dalam gerombolan. Tampak Jerinx (SID) dan Bobby (SID) ikut dalam barisan sibuk memunguti sampah-sampah non organik yang memang dikenal tidak ramah lingkungan.

Disepanjang Pantai sore itu banyak terdapat kegiatan antara lain yang dapat saya ambil gambarnya adalah Demo Jual Beli Organ Tubuh di Cina oleh perkumpulan Falun Dafa. Tampak juga Demo Faun Dafa dengan sarana audio musik Cina yang tidak saya mengerti temanya.

Sampah yang dipungut oleh peserta kemudian dikumpulkan, lumayan banyak juga mendapat sampah non organik disepanjang pantai Kuta ini.

Acara selanjutnya diisi oleh Lonely King Low Rider yaitu parade naik sepeda keliling Kuta, acara ini diikuti juga oleh komunitas "Bi…