Langsung ke konten utama

Rekreasi di Pantai Sanur

Hari minggu 31 Agustus kemarin kami sekeluarga rekreasi ke pantai Sanur sekaligus merayakan hari raya umanis Kuningan yaitu sehari sesudah Kuningan, memang dalam kalender tidak ada hari Raya seperti itu, karena hanya regional Hindu Bali yang umum merayakan. Kami memanfaatkan betul moment yang memang jarang terjadi ini, sekeluarga berkumpul bersama di Pantai adalah suatu keadaan yang jarang terjadi, entah karena kesibukan masing-masing atau memang tidak ada waktu berkumpul. Bersebelas termasuk bayi cantik lucu 'Gadis' kami asyik mandi dan bermain di pinggir pantai yang berpasir putih ini. Tapi sayang pantai Sanur yang sekarang ini jauh sekali berbeda keadaannya dari dulu sewaktu saya masih SMP/SMA. Pantai Sanur yang sekarang ombaknya ganas dan besar-besar menggulung hingga bibir pantai menjadi lancip menjorok kedalam, keadaan ini menimbulkan arus tarik atau arus sedot yang sangat kuat, saya rasakan sendiri keadaan tersebut sewaktu kaki menjejakan pinggiran pantai hingga sedalam sepaha, kaki saya serasa disedot menjauhi pantai, segera saja saya bergegas naik kedarat dan segera memerintahkan anggota keluarga yang lain agar jangan mandi didaerah sini.

Saya kemudian cari lokasi baru yang airnya agak tenang dengan berkeliling sepanjang pantai hingga saya menemukan lokasi yang cocok yaitu di Pantai Sindhu yang letaknya kurang lebih 200m di selatan hotel Bali Beach. Kami menceburkan diri di antara karang penghias yang menjorok kedalam, di tempat ini airnya tenang mungkin karena ombak dan arus dihalangi oleh karang ini. Selain berenang kami juga menyewa kano seharga 10rbdengan waktu penggunaan sepuasnya, wah harga ini membuat saya sedikit terkejut dulu cuman 2000 atau 3000 kalo sedang ramai, sekarang edan naiknya 5 kali lipat.

Sembari berenang saya berfikir apa yang menyebabkan pantai-pantai di Bali belakangan ini menjadi ganas hingga diberitakan menggerus sekian ribu hektar daerah pesisir Bali, apakah Global Warming? ah...kasian si GW ini melulu dijadikan kambing hitam. Menurut perhitungan saya mungkin karena sasih atau musimnya ombak besar, atau mungkin gara-gara bertepatan dengan bulan mati yang dalam bahasa Balinya disebut Tilem. Bali memang kental dengan perhitungan Bulan, Bintang dan Matahari ini, makanya kalender Bali penuh dengan tulisan berhurup maha kecil berisi tentang perhitungan bula,n bintang, hari baik dan sebagainya, mirip dengan primbon tahunan, tidak sembarang orang bisa mengetahui maksud-maksud tulisan dalam kalender tersebut, apalagi saya, tapi umumnya orang-orang tua di Bali bisa menterjemahkan isi kalender tersebut.

Hingga matahari sudah hampir diatas kepala kami berada di Pantai, merasa sudah waktunya untuk pulang dan mengakhiri rekreasi ini, kami semua naik dan membersihkan diri. Pukul 11.30 kami sudah tiba kembali di Rumah. Menyenangkan sekali rekreasi seperti ini, saya harus melakukannya lebih sering. "Jangan kerja mulu" gitu kata temen-temen sering meledek saya.

Image Hosting by Picoodle.com
Istri, ponakan, dan ipar

Image Hosting by Picoodle.com
Putu Adi diantara gulungan ombak

Komentar

  1. sepakat, bli. jangan surfing di dunia maya gen. sekali2 surfing di sanur. :P

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artifact On an X-Ray

The following question was answered by an expert in the appropriate field:
Q
What does an artifact on an x ray mean? The first x ray (without sedation) showed a mass on the lymph nodes. The next x ray showed everything was fine. The doctor said the first one was an artifact.

A
In basic terms, an "artifact" on a diagnostic x-ray image is an area of the image that may look different from expected, although it is not necessarily something dealing with what is being imaged. An artifact may appear as light or dark spots, lines, fogging, specks, etc. They can be caused by motion, dirt on film, poor chemistry in a film processor, poor contact between the film and the cassette that holds the film, and so on. Types of artifacts may vary with the modality, for example, plain x-ray film, CT, or ultrasound, but the physician who interprets the image tries to make sure that false positive and false negative results are avoided. Ideally, the physician wants an image that contains no artifact…

Luka Tembak Di Kepala

Kejadian ini saat saya jaga malam di RS Sanglah tanggal 29 Juni 2010, sekitar pukul 22.00 datang seorang remaja dengan klinis luka tembak senapan angin di kepala, kata koas yang mengantar sebuah peluru tembus melalui kepala bagian belakang dan meninggalkan lubang di occipital.

Pasien dalam keadaan sadar baik, kepalanya dibalut perban. Segera saya lakukan ct scan kepala irisan axial sejajar OML. Mode yang saya pilih adalah Spiral dengan ketebalan irisan 5 mm, pitch 3 mm, maksudnya agar bisa di olah dengan baik oleh software nantinya.




Memang dalam irisan ct scan tampak gambaran beberapa proyektil peluru antra lain berada di petrosum dan beberapa bagian otaknya. Melalui pengukuran jarak saya dapatkan jarak antara lubang masuk peluru di occipital hingga proyektil terdalam di petrosum sejauh 12.4 cm, cukup jauh menurut saya kalau ini adalah hasil dari senapan angin. Saya dulu pernah terkena pentalan peluru di jari tangan tapi untungnya tidak menimbulkan luka, lecet pun tidak, cuma bengkak da…

Ulasan singkat Life's a Beach

Pukul 15.30 saya sampai ditempat acara yaitu pantai kuta di sebelah barat The Wave Bar. Begitu saya parkir motor, panitia sedang mengumumkan acara "Clean Up beach" yaitu menyusuri pantai sambil membawa kantong memunguti sampah non organik yang bertebaran disepanjang pantai, segera saja saya bergabung dalam gerombolan. Tampak Jerinx (SID) dan Bobby (SID) ikut dalam barisan sibuk memunguti sampah-sampah non organik yang memang dikenal tidak ramah lingkungan.

Disepanjang Pantai sore itu banyak terdapat kegiatan antara lain yang dapat saya ambil gambarnya adalah Demo Jual Beli Organ Tubuh di Cina oleh perkumpulan Falun Dafa. Tampak juga Demo Faun Dafa dengan sarana audio musik Cina yang tidak saya mengerti temanya.

Sampah yang dipungut oleh peserta kemudian dikumpulkan, lumayan banyak juga mendapat sampah non organik disepanjang pantai Kuta ini.

Acara selanjutnya diisi oleh Lonely King Low Rider yaitu parade naik sepeda keliling Kuta, acara ini diikuti juga oleh komunitas "Bi…