Custom Search

KUNJUNGI JUGA :

Blog Radiografer Indonesia

02 September 2008

Rekreasi di Pantai Sanur

Hari minggu 31 Agustus kemarin kami sekeluarga rekreasi ke pantai Sanur sekaligus merayakan hari raya umanis Kuningan yaitu sehari sesudah Kuningan, memang dalam kalender tidak ada hari Raya seperti itu, karena hanya regional Hindu Bali yang umum merayakan. Kami memanfaatkan betul moment yang memang jarang terjadi ini, sekeluarga berkumpul bersama di Pantai adalah suatu keadaan yang jarang terjadi, entah karena kesibukan masing-masing atau memang tidak ada waktu berkumpul. Bersebelas termasuk bayi cantik lucu 'Gadis' kami asyik mandi dan bermain di pinggir pantai yang berpasir putih ini. Tapi sayang pantai Sanur yang sekarang ini jauh sekali berbeda keadaannya dari dulu sewaktu saya masih SMP/SMA. Pantai Sanur yang sekarang ombaknya ganas dan besar-besar menggulung hingga bibir pantai menjadi lancip menjorok kedalam, keadaan ini menimbulkan arus tarik atau arus sedot yang sangat kuat, saya rasakan sendiri keadaan tersebut sewaktu kaki menjejakan pinggiran pantai hingga sedalam sepaha, kaki saya serasa disedot menjauhi pantai, segera saja saya bergegas naik kedarat dan segera memerintahkan anggota keluarga yang lain agar jangan mandi didaerah sini.

Saya kemudian cari lokasi baru yang airnya agak tenang dengan berkeliling sepanjang pantai hingga saya menemukan lokasi yang cocok yaitu di Pantai Sindhu yang letaknya kurang lebih 200m di selatan hotel Bali Beach. Kami menceburkan diri di antara karang penghias yang menjorok kedalam, di tempat ini airnya tenang mungkin karena ombak dan arus dihalangi oleh karang ini. Selain berenang kami juga menyewa kano seharga 10rbdengan waktu penggunaan sepuasnya, wah harga ini membuat saya sedikit terkejut dulu cuman 2000 atau 3000 kalo sedang ramai, sekarang edan naiknya 5 kali lipat.

Sembari berenang saya berfikir apa yang menyebabkan pantai-pantai di Bali belakangan ini menjadi ganas hingga diberitakan menggerus sekian ribu hektar daerah pesisir Bali, apakah Global Warming? ah...kasian si GW ini melulu dijadikan kambing hitam. Menurut perhitungan saya mungkin karena sasih atau musimnya ombak besar, atau mungkin gara-gara bertepatan dengan bulan mati yang dalam bahasa Balinya disebut Tilem. Bali memang kental dengan perhitungan Bulan, Bintang dan Matahari ini, makanya kalender Bali penuh dengan tulisan berhurup maha kecil berisi tentang perhitungan bula,n bintang, hari baik dan sebagainya, mirip dengan primbon tahunan, tidak sembarang orang bisa mengetahui maksud-maksud tulisan dalam kalender tersebut, apalagi saya, tapi umumnya orang-orang tua di Bali bisa menterjemahkan isi kalender tersebut.

Hingga matahari sudah hampir diatas kepala kami berada di Pantai, merasa sudah waktunya untuk pulang dan mengakhiri rekreasi ini, kami semua naik dan membersihkan diri. Pukul 11.30 kami sudah tiba kembali di Rumah. Menyenangkan sekali rekreasi seperti ini, saya harus melakukannya lebih sering. "Jangan kerja mulu" gitu kata temen-temen sering meledek saya.

Image Hosting by Picoodle.com
Istri, ponakan, dan ipar

Image Hosting by Picoodle.com
Putu Adi diantara gulungan ombak

Baca Juga Yang Ini



1 comment:

  1. sepakat, bli. jangan surfing di dunia maya gen. sekali2 surfing di sanur. :P

    ReplyDelete