Langsung ke konten utama

Pilkada Bali


Akhirnya atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa pemilihan kepala daerah tingkat 1 Bali dengan sistem pilihan langsung untuk yang pertama kali berakhir dengan baik, lancar dan damai. Puji syukur juga saya panjatkan karena saya dapat menggunakan hak suara saya dengan baik, walaupun sebelumnya sempat khawatir tidak dapat memilih karena pada saat pemilihan saya mendapat giliran kerja pagi, untung rekan kerja saya mbak Siti Murtiningsih bisa diminta tolong untuk mengisi jam kerja saya beberapa saat agar saya dapat nyoblos.

Tepat pukul 12.15 siang saya tinggalkan kantor untuk bergegas ke banjar Bhuana Asri yang terletak di sebelah barat rumah saya, sebelumnya saya singgah dirumah untuk mengambil kelengkapan memilih. Sempat dalam perjalanan saya khawtir bakal terlambat mencoblos mengingat jam 1 siang adalah batas terakhir waktu pemilihan. Saya pacu motor saya yang jadi lumayan kecang lajunya setelah oprek jeroan beberapa waktu yang lalu, perjalan dari kantor menuju rumah yang berjarak kira-kira 10 kilometer yang biasanya memakan waktu 25-30 menit kali ini saya bisa tempuh dengan waktu kira-kira 15 menit jadi terbayang bukan kencangnya seperti apa? Faktor jalanan yang sepi juga membuat saya bisa memacu kencang motor saya, mungkin semua orang sedang berada di TPS saat ini begitu piker saya.

Sekitar pukul 12.30 saya sampai rumah kemudian mengambil kartu pemilih dan surat pengantar yang tergeletak rapi diatas meja, bergegas saya menuju TPS 3 yang terletak di Banjar. Saat itu suasana sudah sepi hanya beberapa panitia pemilihan yang berada disana. Tidak sampai 5 menit proses pemilihan berlangsung. Celupan jari kelingking ke dalam tinta menandai berakhirnya proses demokrasi ini.

Sayang sekali saya tidak dapat mengikuti sesi selanjutnya yaitu penghitungan suara karena setelah selesai memilih saya harus kembali ke tempat kerja lagi. Tapi dengar-dengar kandidat no 3 yang menjadi pemenang di Banjar saya.

Selamat untuk yang menang, saya doakan semoga sukses memimpin Bali, jutaan nasib dan harapan penduduk Bali berada ditangan anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artifact On an X-Ray

The following question was answered by an expert in the appropriate field:
Q
What does an artifact on an x ray mean? The first x ray (without sedation) showed a mass on the lymph nodes. The next x ray showed everything was fine. The doctor said the first one was an artifact.

A
In basic terms, an "artifact" on a diagnostic x-ray image is an area of the image that may look different from expected, although it is not necessarily something dealing with what is being imaged. An artifact may appear as light or dark spots, lines, fogging, specks, etc. They can be caused by motion, dirt on film, poor chemistry in a film processor, poor contact between the film and the cassette that holds the film, and so on. Types of artifacts may vary with the modality, for example, plain x-ray film, CT, or ultrasound, but the physician who interprets the image tries to make sure that false positive and false negative results are avoided. Ideally, the physician wants an image that contains no artifact…

Luka Tembak Di Kepala

Kejadian ini saat saya jaga malam di RS Sanglah tanggal 29 Juni 2010, sekitar pukul 22.00 datang seorang remaja dengan klinis luka tembak senapan angin di kepala, kata koas yang mengantar sebuah peluru tembus melalui kepala bagian belakang dan meninggalkan lubang di occipital.

Pasien dalam keadaan sadar baik, kepalanya dibalut perban. Segera saya lakukan ct scan kepala irisan axial sejajar OML. Mode yang saya pilih adalah Spiral dengan ketebalan irisan 5 mm, pitch 3 mm, maksudnya agar bisa di olah dengan baik oleh software nantinya.




Memang dalam irisan ct scan tampak gambaran beberapa proyektil peluru antra lain berada di petrosum dan beberapa bagian otaknya. Melalui pengukuran jarak saya dapatkan jarak antara lubang masuk peluru di occipital hingga proyektil terdalam di petrosum sejauh 12.4 cm, cukup jauh menurut saya kalau ini adalah hasil dari senapan angin. Saya dulu pernah terkena pentalan peluru di jari tangan tapi untungnya tidak menimbulkan luka, lecet pun tidak, cuma bengkak da…

Ulasan singkat Life's a Beach

Pukul 15.30 saya sampai ditempat acara yaitu pantai kuta di sebelah barat The Wave Bar. Begitu saya parkir motor, panitia sedang mengumumkan acara "Clean Up beach" yaitu menyusuri pantai sambil membawa kantong memunguti sampah non organik yang bertebaran disepanjang pantai, segera saja saya bergabung dalam gerombolan. Tampak Jerinx (SID) dan Bobby (SID) ikut dalam barisan sibuk memunguti sampah-sampah non organik yang memang dikenal tidak ramah lingkungan.

Disepanjang Pantai sore itu banyak terdapat kegiatan antara lain yang dapat saya ambil gambarnya adalah Demo Jual Beli Organ Tubuh di Cina oleh perkumpulan Falun Dafa. Tampak juga Demo Faun Dafa dengan sarana audio musik Cina yang tidak saya mengerti temanya.

Sampah yang dipungut oleh peserta kemudian dikumpulkan, lumayan banyak juga mendapat sampah non organik disepanjang pantai Kuta ini.

Acara selanjutnya diisi oleh Lonely King Low Rider yaitu parade naik sepeda keliling Kuta, acara ini diikuti juga oleh komunitas "Bi…