Langsung ke konten utama

Banyupinaruh dan body boarding


Setelah merayakan Saraswati saya melanjutkannya dengan Banyupinaruh, lokasi Banyupinaruh yang saya pilih kali ini adalah pantai Peti Tenget, letaknya di sebelah utara segaris dengan pantai Kuta dan Seminyak. Konon Dang Hyang Nirartha Penyebar Umat Hindu di Bali pernah beristirahat di tempat ini dan menaruh Peti tempat tidur beliau sebagai sungsungan, oleh karena itu pantai ini kemudian dinamakan Peti Tenget yang dalam bahasa Indonesia artinya Peti Keramat.

Menurut tradisi Banyupinaruh bermakna mengambil air yang berkhasiat pengetahuan, harfiahnya banyu = air, pinaruh (pinih-weruh) = pengetahuan, air disini diartikan lautan atau sungai yang bermuara ke laut, mengapa laut? Karena Dewi Saraswati memberikan Ilmu Pengetahuannya di Sungai Gangga yang bermuara ke laut, maka bagi pemeluk Hindu yang jauh dari Sungai Gangga dapat memakai laut sebagai medianya.

Saya datang ke Pantai Peti Tenget pukul 06.00, suasananya sudah ramai oleh umat yang melaksanakan banyu pinaruh, segera saya maturan banten banyu pinaruh kemudian cebur ke laut, pagi itu air laut terasa dingin sekali, mungkin badan saya belum adaptasi, saya juga membawa body board dan fin (kaki katak), sudah lama sekali saya tidak melakukan hobi saya dulu yaitu body boarding kadang-kadang surfing walaupun tidak mahir.

Ombak saat itu cukup besar, takut juga melihatnya apalagi dilihat dari struktur ombak dan garis pantainya daerah ini termasuk katagori bahaya untuk dipakai berenang, ilmu kelautan ini saya peroleh waktu saya buduh (gila) body boarding dan surfing sekitar tahun 2005-2007, alat-alatnya pun hampir lengkap saya miliki, namun sejak jadual kerja kian padat sedikit demi sediki hobi tersebut mulai jaran saya lakukan, sampai-sampai komunitas anak pantai seminyak hampir lupa dengan saya.

Pukul 08.30 saya selesai ritual mandi dan balik ke parkiran, wih terkejut saya ternyata parkirnya penuh banget, banyak pedagang disekitar tempat itu, ada dagang sate, kue, minuman, bakso segala macem, padahal paginya ga banyak. Saya tertarik mencicipi sate, lumayan buat ganjal perut. Matahari semakin terik (soalnya sudah banyak buka cabang di Denpasar dan Kuta) saya meninggalkan tempat tersebut pukul 09.00.

Ini ada beberapa gambarnya, silahkan diklik untuk memperbesar :

Saat datang

Image Hosting by Picoodle.com

Ramai oleh pengunjung

Image Hosting by Picoodle.com
Ex Body Boarder

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artifact On an X-Ray

The following question was answered by an expert in the appropriate field:
Q
What does an artifact on an x ray mean? The first x ray (without sedation) showed a mass on the lymph nodes. The next x ray showed everything was fine. The doctor said the first one was an artifact.

A
In basic terms, an "artifact" on a diagnostic x-ray image is an area of the image that may look different from expected, although it is not necessarily something dealing with what is being imaged. An artifact may appear as light or dark spots, lines, fogging, specks, etc. They can be caused by motion, dirt on film, poor chemistry in a film processor, poor contact between the film and the cassette that holds the film, and so on. Types of artifacts may vary with the modality, for example, plain x-ray film, CT, or ultrasound, but the physician who interprets the image tries to make sure that false positive and false negative results are avoided. Ideally, the physician wants an image that contains no artifact…

Luka Tembak Di Kepala

Kejadian ini saat saya jaga malam di RS Sanglah tanggal 29 Juni 2010, sekitar pukul 22.00 datang seorang remaja dengan klinis luka tembak senapan angin di kepala, kata koas yang mengantar sebuah peluru tembus melalui kepala bagian belakang dan meninggalkan lubang di occipital.

Pasien dalam keadaan sadar baik, kepalanya dibalut perban. Segera saya lakukan ct scan kepala irisan axial sejajar OML. Mode yang saya pilih adalah Spiral dengan ketebalan irisan 5 mm, pitch 3 mm, maksudnya agar bisa di olah dengan baik oleh software nantinya.




Memang dalam irisan ct scan tampak gambaran beberapa proyektil peluru antra lain berada di petrosum dan beberapa bagian otaknya. Melalui pengukuran jarak saya dapatkan jarak antara lubang masuk peluru di occipital hingga proyektil terdalam di petrosum sejauh 12.4 cm, cukup jauh menurut saya kalau ini adalah hasil dari senapan angin. Saya dulu pernah terkena pentalan peluru di jari tangan tapi untungnya tidak menimbulkan luka, lecet pun tidak, cuma bengkak da…

Ulasan singkat Life's a Beach

Pukul 15.30 saya sampai ditempat acara yaitu pantai kuta di sebelah barat The Wave Bar. Begitu saya parkir motor, panitia sedang mengumumkan acara "Clean Up beach" yaitu menyusuri pantai sambil membawa kantong memunguti sampah non organik yang bertebaran disepanjang pantai, segera saja saya bergabung dalam gerombolan. Tampak Jerinx (SID) dan Bobby (SID) ikut dalam barisan sibuk memunguti sampah-sampah non organik yang memang dikenal tidak ramah lingkungan.

Disepanjang Pantai sore itu banyak terdapat kegiatan antara lain yang dapat saya ambil gambarnya adalah Demo Jual Beli Organ Tubuh di Cina oleh perkumpulan Falun Dafa. Tampak juga Demo Faun Dafa dengan sarana audio musik Cina yang tidak saya mengerti temanya.

Sampah yang dipungut oleh peserta kemudian dikumpulkan, lumayan banyak juga mendapat sampah non organik disepanjang pantai Kuta ini.

Acara selanjutnya diisi oleh Lonely King Low Rider yaitu parade naik sepeda keliling Kuta, acara ini diikuti juga oleh komunitas "Bi…