Custom Search

KUNJUNGI JUGA :

Blog Radiografer Indonesia

15 June 2008

Banyupinaruh dan body boarding


Setelah merayakan Saraswati saya melanjutkannya dengan Banyupinaruh, lokasi Banyupinaruh yang saya pilih kali ini adalah pantai Peti Tenget, letaknya di sebelah utara segaris dengan pantai Kuta dan Seminyak. Konon Dang Hyang Nirartha Penyebar Umat Hindu di Bali pernah beristirahat di tempat ini dan menaruh Peti tempat tidur beliau sebagai sungsungan, oleh karena itu pantai ini kemudian dinamakan Peti Tenget yang dalam bahasa Indonesia artinya Peti Keramat.

Menurut tradisi Banyupinaruh bermakna mengambil air yang berkhasiat pengetahuan, harfiahnya banyu = air, pinaruh (pinih-weruh) = pengetahuan, air disini diartikan lautan atau sungai yang bermuara ke laut, mengapa laut? Karena Dewi Saraswati memberikan Ilmu Pengetahuannya di Sungai Gangga yang bermuara ke laut, maka bagi pemeluk Hindu yang jauh dari Sungai Gangga dapat memakai laut sebagai medianya.

Saya datang ke Pantai Peti Tenget pukul 06.00, suasananya sudah ramai oleh umat yang melaksanakan banyu pinaruh, segera saya maturan banten banyu pinaruh kemudian cebur ke laut, pagi itu air laut terasa dingin sekali, mungkin badan saya belum adaptasi, saya juga membawa body board dan fin (kaki katak), sudah lama sekali saya tidak melakukan hobi saya dulu yaitu body boarding kadang-kadang surfing walaupun tidak mahir.

Ombak saat itu cukup besar, takut juga melihatnya apalagi dilihat dari struktur ombak dan garis pantainya daerah ini termasuk katagori bahaya untuk dipakai berenang, ilmu kelautan ini saya peroleh waktu saya buduh (gila) body boarding dan surfing sekitar tahun 2005-2007, alat-alatnya pun hampir lengkap saya miliki, namun sejak jadual kerja kian padat sedikit demi sediki hobi tersebut mulai jaran saya lakukan, sampai-sampai komunitas anak pantai seminyak hampir lupa dengan saya.

Pukul 08.30 saya selesai ritual mandi dan balik ke parkiran, wih terkejut saya ternyata parkirnya penuh banget, banyak pedagang disekitar tempat itu, ada dagang sate, kue, minuman, bakso segala macem, padahal paginya ga banyak. Saya tertarik mencicipi sate, lumayan buat ganjal perut. Matahari semakin terik (soalnya sudah banyak buka cabang di Denpasar dan Kuta) saya meninggalkan tempat tersebut pukul 09.00.

Ini ada beberapa gambarnya, silahkan diklik untuk memperbesar :

Saat datang

Image Hosting by Picoodle.com

Ramai oleh pengunjung

Image Hosting by Picoodle.com
Ex Body Boarder

Baca Juga Yang Ini



No comments:

Post a Comment