Custom Search

KUNJUNGI JUGA :

Blog Radiografer Indonesia

19 May 2008

SMS Santet


Masih ingat dengan berita SMS santet dan hal-hal seperti ini?? Denger-denger pelakunya sudah tertangkap?? Apa betul?? Ini ada beritanya.
--
13/05/2008 12:13 WIB
SMS Santet Berseliweran, Operator Mengeluh Apes
Nurvita Indarini - detikcom

Jakarta - Bermacam-macam dugaan mencuat mana kala SMS santet yang meresahkan muncul dan beredar. Operator telepon selular juga dituding berada di balik munculnya SMS tersebut karena alasan meningkatkan traffic.

"Salah satu operator mengeluh dapat apes dengan adanya SMS itu. Apalagi harus berkali-kali menjelaskan kepada publik dan mendapat keluhan," kata Kabag Humas Ditjen Postel Depkominfo Gatot S Dewabroto dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (13/5/2008).

Setelah dilakukan penelusuran, SMS santet tersebut ternyata dikirim dari nomor telepon selular daerah Riau. "Awalnya dikirim dari nomor 0812. Disebut-sebut juga nomor 0866 yang dianggap milik Natrindo Telekomunikasi Selular (NTS) Axis, padahal nomor mereka kan awalnya 083," tutur Gatot.

Begitu SMS santet itu beredar, Depkominfo pun menyampaikan surat kepada para operator di Tanah Air agar mengoptimalkan call center-nya. Tujuannya adalah agar isu SMS santet itu tidak berkembang liar.

"Jadi tidak hanya Telkomsel saja (yang dikirimi surat)," sambung dia.

Gatot juga mengimbau publik agar memasukkan data yang valid manakala melakukan registrasi pelanggan telepon selular. "Warning bagi yang memasukkan data palsu, bila ketahuan maka bisa dinonaktifkan nomornya," sambungnya.

Dia juga mengingatkan pihak operator agar cepat melakukan validasi. Bila lambat, maka citra operator juga yang akan jatuh.

Aturan registrasi pelanggan telepon selular diatur dengan Peraturan Menteri Nomor 23/Kominfo/M/10/2005 tentang Kewajiban Registrasi Pengguna Prabayar dan Pascabayar. Registrasi yang tidak dipungut biaya ini bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan SMS, seperti untuk tindak kriminal, adu domba, dan pencegahan terorisme. (nvt / nrl)
--

Trus ini berita tertangkapnya :

--
13/05/2008 11:40 WIB
Motif Pengirim SMS Santet: Iseng
Nurvita Indarini - detikcom

Jakarta - Pengirim awal SMS santet yang meresahkan masyarakat sudah dibekuk polisi Riau. Ternyata motif pengiriman SMS itu hanya iseng belaka.

"Kalau motif, informasi yang kita terima karena iseng saja," kata Kabag Humas Ditjen Postel Depkominfo Gatot S Dewabroto dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (13/5/2008).

Dengan tertangkapnya orang tersebut, maka terbukti sudah tidak benar ada SMS yang bisa menyantet orang. "Sudah terbukti sekarang, kemarin orang yang sakit setelah baca SMS bukan karena santet," lanjut dia.

Menurut Gatot, si pengirim awal SMS santet itu sengaja memanfaatkan keresahan masyarakat dengan medium telepon selular. Dengan tertangkapnya orang tersebut juga mementahkan dugaan operator selular ingin menaikkan traffic.

"Dia menggunakan data palsu, jadi agak terkendala. Tapi operator punya alatnya (untuk melacak). Itu satu orang saja (yang melakukan)," terang Gatot. ( nvt / nrl )
--

Berita ini pernah menjadi sangat heboh dikantor, pertemuan pagi kerennya morning report menjadi riuh oleh kejadian ini. Saya juga mendapat banyak SMS dari kawan-kawan untuk hati-hati dan waspada. Saya kebanyakan membalas dengan kalimat perbanyak doa dan yadnya saja. Saya orang yang skeptik untuk hal-hal seperti ini, ada banyak alasan untuk tidak mempercayai bentuk-bentuk teror seperti ini.

Bagaimana dengan rekan-rekan?? Silahkan berkomentar.

Baca Juga Yang Ini



3 comments:

  1. SMS santet? saya nggak pernah percaya. termasuk nggak pernah percaya dengan email berantai, IM msg berantai, dll. :D

    ReplyDelete
  2. jawaban si pelaku "cuma iseng"...
    tu pelaku pasti baru beli hp,,
    dy bingung mo sms siapa,,
    akhirnya iseng nya kluar buat resah org banyak,,
    mentang2 tarif seluler pada turun,,..

    ReplyDelete
  3. ada gak ya sms 'pelet',
    artinya setiap yg nerima sms langsung jatuh cinta ama pengirimnya gitu... he..hee...]
    tp kl ada gak akan kukirim ke yg punya blog ini,
    Masak jeruk makan jweruk.. he..he..
    afwan ya...

    ReplyDelete