Custom Search

KUNJUNGI JUGA :

Blog Radiografer Indonesia

30 May 2008

Ijin Rumah Sakit dan SIR


Tadi pagi sewaktu jaga di tempat kerja, saya ditelpon oleh manajemen bahwa dalam rangka memperbaharui Ijin Rumah Sakit diperlukan fotokopi SIR masing-masing radiografer. Wah Bali udah mulai demam SIR nih pikir saya, segera saja saya menemui wakil direktur medis untuk membicarakan hal ini, saya katakan bahwa sebagian besar radiografer BALI belum memiliki SIR karena memang belum dilakukan pembuatannya termasuk juga saya, ibu wadir menyampaikan jika ada tidak ada SIR untuk sementara dinas kesehatan propinsi bisa menerima surat rekomendasi dari Ketua organisasi profesi daerah sebagai pengganti SIR dengan catatan UNTUK SEMENTARA.

Segera saja saya kontak Bapak Anak Agung Panca Limatara ketua PARI Bali, beliau menyampaikan bahwa memang keputusannya terkesan mendadak karena baru kemaren bliau bertemu dengan pejabat dinas kesehatan untuk membahas hal ini. Untuk selanjutnya tiap Radiografer Bali diminta menyiapkan Fotokopi Ijazah legalisir satu buah, foto ukuran 4x6 3 lembar, surat keterangan sehat dan tidak buta warna dari rumah sakit atau dokter praktek, surat rekomendasi dari organisasi profesi. Beliau juga menambahkan "Putu tolong ketik surat undangan rapat untuk tanggal 22 Juni segera kita akan jelaskan dengan rinci dalam rapat nanti". "Oke Boss Siap" jawab saya....dalam hati... piss ya Pak Ketua.

Baca Juga Yang Ini



4 comments:

  1. itu bukan wabah mas adi tapi udah KLB,,he,,he,,
    kita doa'akan semoga berjalan lancar dan sukses to program SIR nya,,
    chayooooo,,,,,,,,

    ReplyDelete
  2. dengan adanya info ini saya siap mendaftarkan diri dengan cepat...
    biar seluruh indonesia serempak semua radiografer memiliki SIR...
    Dan kerja jd amannnnnnnnnnnn....

    ReplyDelete
  3. uji OSCA dulu donk,,,

    ReplyDelete